Asalibu dan bapak memberikan kesempatan yang berimbang untuk anak berlatih berbahasa dengan orang lain maupun orangtuanya, maka tidak ada yang perlu Berikan kesempatan pada anak untuk menyampaikan pendapatnya sementara orangtua mendengarkan dengan seksama. Selanjutnya bertukar peran. emosional kepada orang lain. Pada usia ini, anak Cobalahuntuk menyampaikan pesan Anda dengan kata-kata sesedikit mungkin. Menggunakan frasa sederhana seperti "Saya mengerti dari mana asal Anda" menunjukkan bahwa Anda mendengarkan orang lain dan menghargai pendapatnya. Wawancara kerja memberikan kesempatan untuk menunjukkan kepada manajer perekrutan bahwa Anda memiliki LAINLAIN 5. PENUTUP JALANNYA ACARA : 1. PEMBUKAAN Pelaksanaan KKG dibuka dengan doa bersama menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. 2. SAMBUTAN KETUA KKG (Bapak Mugimin, S. Pd) Ucapan terima kasih saya selaku pengurus KKG Kelas V Kecamatan Gamping kepada kepala - kepala unit kerja yang telah menghadirkan stafnya dalam rapat KKG ini. Caramenjawab kritik seperti ini masih profesional saat presentasi, karena tidak memaksa kamu menjanjikan suatu hal yang belum pasti. Jika kamu tidak setuju, sarankan cara lain yang menurut kamu berfungsi lebih baik. Ketika kritik darinya ternyata benar pun, kamu tidak perlu meminta maaf di lain waktu karena tidak mengacuhkan pendapatnya. Jenismotivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan sendiri. Peneliti/ guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pendapatnya, baik dalam bentuk menyanggah ataupun yang lainnya. Post Activity. Peneliti/ guru memberikan kesempatan fWOgmgP. Unduh PDF Unduh PDF Salah satu cara membuat orang lain mengenal dan menghargai Anda adalah berbicara dalam rapat di sekolah atau tempat kerja. Jika Anda tidak tahu apa yang harus disampaikan, libatkan diri dalam diskusi dengan mengajukan pertanyaan atau menanggapi pernyataan orang lain. Niatkan dalam hati untuk berbicara dan siapkan apa yang ingin dikatakan sebelum mengikuti rapat. Pastikan Anda mematuhi tata tertib rapat jika ingin berbicara atau memberikan pendapat, misalnya mengangkat tangan dan menunggu giliran atau langsung berbicara apabila peserta bebas berdiskusi. Selain itu, fisik yang prima dan rasa percaya diri membuat Anda lebih siap berbicara. 1Siapkan beberapa gagasan atau saran sebelum menghadiri rapat. Anda akan merasa lebih percaya diri jika sudah menyiapkan apa yang ingin disampaikan dalam rapat. Tulis beberapa isu yang ingin ditanyakan atau gagasan yang ingin dikemukakan dalam rapat. Gunakan catatan ini sebagai panduan saat ingin berbicara. 2 Jadilah orang yang pertama berbicara. Jika Anda ingin memberikan pendapat, segera sampaikan sebelum orang lain berbicara. Langkah ini menunjukkan bahwa Anda tidak sempat menilai atau meragukan diri sendiri. Alih-alih menunda, beranikan diri untuk memulai diskusi dengan menjadi orang yang pertama berbicara begitu ada kesempatan .[1] Contohnya, katakan kepada peserta rapat, "Saya ingin memulai diskusi dengan menyampaikan gagasan." 3 Berbicaralah dengan penuh percaya diri. Anda tidak perlu berteriak atau menginterupsi percakapan agar terkesan percaya diri. Meskipun Anda merasa gugup, tunjukkan bahwa Anda menyampaikan gagasan yang bermanfaat melalui apa yang Anda katakan dan cara berbicara yang meyakinkan. Gunakan artikulasi yang jelas dan hindari kata sisipan, misalnya, "eh" atau "emmm".[2] Jangan meremehkan ucapan sendiri dengan mengatakan, "Saya belum tahu kebenarannya, tapi …" atau "Kalau tidak salah, …" Meskipun Anda ragu, jangan sampai terlihat.[3] 4 Manfaatkan pengetahuan yang Anda miliki. Persiapkan diri dengan menentukan hal-hal yang membuat Anda mampu berinteraksi atau berkontribusi dalam rapat, misalnya menyiapkan gagasan unik yang bisa membuka perspektif baru. Sebagai contoh, Anda paling muda di antara peserta rapat, tetapi Anda bisa memberikan informasi tentang pangsa pasar dan selera kaum remaja.[4] Anda mampu memberikan perspektif baru dalam rapat karena memiliki latar belakang keluarga, budaya, atau pendidikan yang berbeda. Manfaatkan hal ini saat berbicara dalam rapat. 5 Sampaikan pernyataan yang lugas. Jangan berbicara bertele-tele karena ingin memastikan orang lain menyimak atau memahami apa yang Anda katakan. Pelajari teknik untuk berbicara dengan jelas dan lugas. Berikan pernyataan singkat yang mudah dipahami agar tidak menyita banyak waktu. Sempatkan merumuskan pendapat dan gagasan Anda, lalu sampaikan dengan artikulasi yang jelas dan cara berkomunikasi yang efektif.[5] Contohnya, jangan mengucapkan kata atau frasa sisipan, misalnya, "Rasanya…" atau "Menurut pendapat saya…". Alih-alih, langsung bahas isu yang paling penting. Iklan 1 Afirmasikan gagasan yang bermanfaat. Anda tidak perlu menyiapkan pernyataan yang menakjubkan atau mengejutkan jika ingin berbicara dalam rapat. Berikan dukungan kepada orang yang memberikan pendapat atau katakan kepadanya bahwa Anda menyukai gagasannya. Semua orang ingin dimengerti dan dihargai. Komentar Anda sangat berarti baginya.[6] Sebagai contoh, Anda boleh mengatakan, "Aku setuju dengan usul Hadi" atau "Ide Ria baik sekali. Makin cepat dimulai, makin baik." 2 Ajukan pertanyaan. Jika ada informasi yang belum jelas, manfaatkan kesempatan ini untuk berbicara dengan meminta klarifikasi. Mintalah penjelasan dari orang yang menyampaikan gagasan atau berikan masukan dari aspek yang berbeda. Jawaban atau penjelasan yang diberikan membantu Anda memahami topik yang sedang dibahas sehingga Anda lebih fokus dan lebih bersemangat mengikuti rapat.[7] Contoh pertanyaan untuk meminta penjelasan "Pak Budi, apakah Bapak memiliki data mendetail tentang hal ini?" atau "Bu Wati, mengapa Ibu mengusulkan perubahan ini?" 3 Ajaklah peserta membahas isu lain. Anda tidak perlu menyampaikan ide kreatif agar bisa berkontribusi dalam rapat. Sebagai contoh, jika salah satu peserta rapat memberikan saran, tanggapi dengan mengatakan, "Mendukung saran Feri, saya usul sebaiknya…"[8] Contoh lain, Anda boleh bertanya, "Ada masukan dari teman-teman?" Iklan 1Catatlah hal-hal yang dibahas selama rapat berlangsung. Langkah ini membantu Anda menemukan ide yang perlu dibahas sehingga merasa percaya diri untuk berbicara. Saat mencatat, Anda terlihat serius mengikuti rapat meskipun tidak berbicara. Selain itu, catatan memudahkan Anda mengingat materi yang dibahas dalam rapat. 2Tentukan target. Jika Anda ingin berbicara dalam rapat, tetapi kesulitan memulainya, tentukan target, misalnya berbicara minimal sekali setiap rapat atau memberikan tanggapan seminggu sekali. Tunggu sampai diskusi berjeda, lalu mulai berbicara. Mungkin Anda merasa canggung pada awalnya, tetapi Anda akan terbiasa setelah beberapa waktu. Lama-kelamaan, Anda bisa berbicara dengan tenang dan nyaman.[9] 3 Perhatikan bahasa tubuh Anda. Orang lain tidak menaruh respek kepada Anda jika terus melihat ke bawah, menghindari kontak mata, berpaling, terlalu sibuk mencatat, atau terlihat gugup. Saat berbicara, gunakan gestur tangan, alih-alih memasukkan tangan ke dalam saku atau menyilangkan lengan di depan dada. Jika Anda berbicara sambil berdiri, renggangkan kedua telapak kaki selebar pinggul dan arahkan telapak kaki ke depan. Postur tubuh ini menunjukkan bahwa Anda merasa percaya diri dan mau terlibat dalam rapat. Meskipun Anda tidak percaya diri, gunakan postur tubuh agar Anda terkesan percaya diri sehingga orang lain memperhatikan Anda. 4 Angkat tangan. Langkah ini merupakan cara paling mudah untuk terlibat dalam percakapan saat mengikuti rapat, apa pun tata tertibnya. Jika Anda tidak tahu saat yang tepat untuk berbicara, angkat tangan supaya orang lain tahu bahwa Anda ingin berbicara dan sedang menunggu giliran. Apabila Anda ingin memberikan dukungan atau tanggapan kepada orang yang sedang berbicara, angkat tangan sebentar untuk memberi tahu bahwa Anda akan berbicara untuk memberikan pendapat atau ikut berdiskusi.[10] Angkat tangan dan lakukan kontak mata dengan seseorang untuk memastikan ada yang melihat Anda. 5 Tawarkan bantuan untuk melakukan langkah berikutnya. Jika seseorang membahas isu yang membutuhkan riset atau tindak lanjut, gunakan kesempatan ini untuk berbicara dan menawarkan bantuan. Jika isu yang dibahas perlu didiskusikan lagi, sampaikan bahwa Anda akan memberikan dukungan. Selain itu, Anda sempat menyiapkan diri dan lebih bersemangat untuk berpartisipasi dalam rapat berikutnya.[11] Sampaikan bahwa Anda siap membantu dan mengikuti rapat berikutnya. Dengan demikian, Anda bisa melakukan persiapan untuk berbicara dengan membuat salindia atau makalah. Iklan 1 Siapkan apa yang ingin disampaikan saat mengikuti rapat. Tulis beberapa topik atau gagasan yang perlu dibahas agar Anda tidak lupa saat ingin berbicara. Bawalah catatan ke dalam ruang rapat supaya Anda merasa percaya diri saat berbicara. Siapkan beberapa contoh kasus dan pertanyaan.[12] Contohnya, jika rapat diadakan untuk membahas peningkatan produktivitas, tulis beberapa gagasan tentang hal ini agar peserta rapat tetap fokus menyimak. 2 Atasi stres saat ingin menghadiri rapat. Wajar jika Anda merasa gugup menjelang rapat. Alih-alih menyangkal, akui bahwa Anda gugup sebab ingin memberikan kontribusi terbaik. Ingatlah bahwa rasa gugup atau tertekan adalah hal biasa, tetapi Anda bisa memanfaatkannya sebagai sumber motivasi untuk mencapai sesuatu yang sangat menyenangkan.[13] Katakan kepada diri sendiri, "Aku agak gemetar, tetapi aku akan memanfaatkan energi untuk menyampaikan presentasi sebaik mungkin." Berlatih menerima emosi yang tidak menyenangkan membantu Anda mengatasinya sedikit demi sedikit. 3 Hilangkan pikiran negatif. Ketahui bahwa pikiran negatif memicu rasa takut. Oleh sebab itu, pastikan Anda mampu menghilangkan pikiran negatif. Jika Anda memikirkan hal-hal negatif tentang kemampuan Anda, misalnya meragukan diri sendiri atau menilai pendapat Anda kurang baik dibandingkan pendapat orang lain, berusahalah mengalahkannya. Sadari munculnya pikiran yang mengatakan, "Bagaimana seandainya… ", mencela diri sendiri, memicu rasa takut melakukan kesalahan, lalu berusahalah mengatasinya. Tanyakan kepada diri sendiri apa yang akan aku lakukan jika skenario terburuk benar-benar terjadi? Jika Anda mencela diri sendiri, pertanyakan kebenarannya dengan mencari bukti pendukung, lalu ganti dengan pikiran positif tentang kemampuan Anda.[14] Contohnya, jika Anda berpikir, "Aku pasti gagal", katakan kepada diri sendiri, "Aku pernah sukses membawakan presentasi meskipun sedang gugup. Kali ini, aku akan sukses lagi." 4 Bernapaslah dalam-dalam beberapa kali. Untuk merilekskan tubuh, lakukan pernapasan diafragma, bukan pernapasan dada. Persiapkan diri untuk melakukan relaksasi sambil duduk atau berbaring dengan nyaman. Letakkan 1 telapak tangan di perut. Tarik napas melalui hidung sambil memperhatikan tangan dan perut bergerak seiring napas. Buang napas melalui mulut sambil merasakan udara mengalir keluar sehingga perut mengempis. Lakukan latihan ini 3-10 putaran napas sampai Anda merasa sangat rileks.[15] Lakukan relaksasi untuk menenangkan pikiran, misalnya bermeditasi untuk mengatasi stres. Aktivitas yang merilekskan bermanfaat meredakan stres jika dilakukan secara teratur.[16] 5 Jagalah kesehatan tubuh. Jika Anda merasa gugup karena harus menghadiri rapat penting, prioritaskan menjaga kesehatan tubuh. Untuk mengikuti rapat besok pagi, Anda harus tidur pulas yang cukup malam ini agar merasa segar saat bangun pagi. Santaplah makanan bernutrisi dan kurangi asupan kafeina sebab kafeina dan stimulan yang lain bisa meningkatkan rasa cemas. Jagalah kesehatan sebaik mungkin untuk memastikan Anda merasa tenang dan nyaman saat menghadiri rapat penting. Jika selama ini Anda minum kopi setiap hari, jangan menghiIangkan kebiasaan ini sehari sebelum rapat sebab bisa memicu simtom putus obat atau zat tertentu withdrawal symptoms. Akan tetapi, jangan mengonsumsi kafeina lebih banyak daripada biasanya. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Pengertian Mufakat adalah Kata mufakat dalam Bahasa Inggris sama dengan kata consensus. Dalam KBBI kata konsensus itu sendiri dapat diartikan sebagai kesepakatan kata atau permufakatan bersama mengenai pendapat, pendirian, dan sebagainya yang dicapai melalui kebulatan suara. Ketika ada konsensus, semua orang menyetujui suatu hal. Setiap kali ada ketidaksetujuan, itu berarti bahwa tidak ada kesepakatan. Ketika Anda berbicara tentang semua orang di dunia, sulit untuk menemukan konsensus tentang apa pun. Terlalu banyak pendapat. Namun, dalam kelompok yang lebih kecil, mencapai konsensus adalah mungkin. Konsensus menyatukan orang untuk belajar, berbicara, dan menemukan landasan bersama untuk bertindak. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang apa itu konsensus atau yang dalam artikel ini akan disebut dengan mufakat, maka artikel ini akan mengulas tentang pengertian mufakat, ciri, manfaat, dan contohnya. Mufakat merupakan pendapat atau keputusan yang disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam musyawarah. Musyawarah itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan untuk menyatukan pendapat yang berbeda-beda. Sehingga, apabila kita mendengar tentang istilah musyawarah untuk mufakat artinya yaitu suatu proses yang dilakukan untuk memperoleh keputusan yang disetujui oleh semua pihak. Jika mufakat tidak diperoleh, maka dalam musyawarah boleh dilakukan voting, yaitu pengambilan suara terbanyak dari peserta musyawarah. Hal tersebut sebagaimana pengambilan keputusan melalui konsensus yaitu proses pengambilan keputusan kelompok di mana anggota kelompok berkembang, dan setuju untuk mendukung keputusan demi kepentingan terbaik seluruh kelompok atau tujuan bersama. Konsensus dapat didefinisikan secara profesional sebagai resolusi yang dapat diterima, resolusi yang dapat didukung, meskipun bukan “favorit” dari setiap individu. Konsensus berasal dari kata Latin cōnsēnsus kesepakatan, yang berasal dari cōnsentiō yang secara harfiah berarti merasakan kebersamaan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan keputusan dan proses mencapai keputusan. Pengambilan keputusan konsensus dengan demikian berkaitan dengan proses musyawarah dan penyelesaian suatu keputusan, dan dampak sosial, ekonomi, norma hukum, lingkungan dan politik dari penerapan proses ini. Sebagai proses pengambilan keputusan, konsensus bertujuan untuk Mencari Kesepakatan Suatu proses pengambilan keputusan konsensus berupaya menghasilkan sebanyak mungkin persetujuan. Kolaboratif Peserta berkontribusi terhadap proposal bersama dan membentuknya menjadi keputusan yang memenuhi keprihatinan semua anggota kelompok sebanyak mungkin. Kooperatif Peserta dalam proses konsensus yang efektif harus berusaha untuk mencapai keputusan terbaik untuk kelompok dan semua anggotanya, daripada bersaing untuk preferensi pribadi. Egaliter Semua anggota dalam proses pengambilan keputusan konsensus harus diberi, sedapat mungkin, input yang sama ke dalam proses. Semua anggota memiliki kesempatan untuk mempresentasikan, dan mengubah proposal. Inklusif Sebanyak mungkin pemangku kepentingan harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan konsensus. Partisipatif Proses konsensus harus secara aktif meminta masukan dan partisipasi semua pembuat keputusan. Pengertian Mufakat Mufakat mempunyai 4 arti. Mufakat sebagai sebuah homonim karena arti-artinya mempunyai ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Adapun ke-4 arti tersebut, antara lain Mufakat memiliki arti dalam kelas adjektiva atau kata sifat. Sebagai sebuah kata sifat mufakat bisa mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Mufakat juga termasuk nomina atau kata benda, sehingga mufakat bisa menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Mufakat juga termasuk verba atau kata kerja, sehingga mufakat bisa menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Mufakat juga termasuk dalam ragam bahasa cakapan. Mufakat masuk ke dalam bahasa gaul atau bahasa ABG yaitu ragam bahasa Indonesia nonstandar yang biasanya dipakai oleh anak muda. Dalam pelaksanaan musyawarah yang ingin dicapai adalah kata mufakat. Akan tetapi terkadang pada kenyataannya tidak semua orang bersedia menyetujui apa yang menjadi hasil dari musyawarah. Oleh sebab itu, dibutuhkan prinsip-prinsip tertentu dalam bermusyawarah agar tercapai mufakat. Prinsip-prinsip tersebut dibutuhkan agar musyawarah bisa dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai dasar Pancasila sebagai dasar negara kita. Berikut ini beberapa prinsip yang dibutuhkan dalam bermusyawarah untuk mufakat Bersumber Pada Pancasila Prinsip pertama dalam bermusyawarah untuk mencapai mufakat adalah kegiatan tersebut harus bersumber pada sila keempat Pancasila. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar bagi negara kita sehingga segala hal harus senantiasa bersumber pada Pancasila, terlebih lagi berkaitan dengan musyawarah. Sebab ini merupakan kegiatan pengambilan keputusan untuk kepentingan banyak orang dan kemaslahatan banyak orang sehingga keputusan yang diambil oleh seseorang dalam menentukan arah kebijakan juga harus berdasarkan pada ideologi Pancasila. Setiap Keputusan Tidak Boleh Bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 Keputusan yang dihasilkan dari musyawarah harus sesuai dengan arti nilai-nilai Pancasila. Oleh sebab itu, setiap keputusan yang dihasilkan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila maupun sifat-sifat UUD 1945. Jika keputusan tersebut bertentangan, maka harus dihapuskan. Setiap Orang Mempunyai Kesempatan dan Hak yang Sama dalam Musyawarah Prinsip bermusyawarah untuk mufakat yang selanjutnya adalah masing-masing orang memiliki serangkaian definisi hak dan kesempatan yang sama untuk menyatakan pendapatnya dalam musyawarah. Dalam menyampaikan pendapatnya tersebut, setiap orang harus menaati asas-asas dalam berpendapat. Senisa mungkin jangan sampai kebebasan berpendapat justru mendatangkan perselisihan Setiap Keputusan Harus Dilaksanakan Semua Orang Prinsip penting dalam musyawarah untuk mufakat yang tak kalah penting adalah setiap orang yang terkait dengan musyawarah harus bersedia melakukan apa pun keputusan yang dihasilkan dalam musyawarah. Jika ada yang tidak melakukan hasil tersebut, maka ketertiban dan keamanan mungkin tidak terwujud. Jika Mufakat Tidak Tercapai, Maka Dilakukan Voting Prinsip bermusyawarah untuk mufakat yang terakhir adalah saat terjadi perdebatan sengit ketika musyawarah dan tidak membuahkan kesepakatan, maka cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan keputusan yaitu melalui mekanisme voting atau pemungutan suara. Keputusan yang akan diambil adalah keputusan yang dipilih oleh suara mayoritas. Mekanisme ini biasanya dihindari dan sebelum diadakan voting dilakukan mekanisme lobi, atau membicarakan kembali permasalahannya agar nantinya tidak dasa salh satu yang dirugikan. Pengertian Mufakat Menurut Para Ahli Adapun definisi mufakat atau konsessus menurut para ahli, antara lain KBBI, Mufakat artinya 1 Setuju; seia sekata; sepakat, 2 Persetujuan; kata sepakat, 3 Pembicaraan; perundingan, 4 Berunding; berbicara dengan. Cambridge Dictionary, Konsensus adalah pendapat atau keputusan yang diterima secara umum di antara sekelompok orang Collins Dictionary, Konsensus adalah kesepakatan umum di antara sekelompok orang. Demokrasi, Bahwa dalam sistem demokrasi pengertian mufakat adalah sebuah hasil musyawarah yang sebelumnya disetujui dan untuk mencapai mufakat maka perlu adanya muafakat akan tetapi mengedepankan pada prinsip musyawarah. Ciri Mufakat Terdapat beberapa karakteristik yang ada di dalam musyawarah mufakat, antara lain sebagai berikut; Dalam proses musyawarah, semua peserta harus lebih mengutamakan kepentingan bersama dengan pertimbangan moral dan hati nurani yang jujur. Usul dan saran yang dari peserta musyawarah harus disampaikan dengan mudah untuk dipelajari dan tidak memberatkan dalam pelaksanaannya. Artinya bahwa semua usulan dan pendapat yang diajukan sesuai dengan hati nurani dan dapat diterima akal sehat. Segala usulan dan pendapat disampaikan dalam rangka mencaapai tujuan untuk kepentingan bersama. Keputusan yang dihasilkan dari musyawarah memiliki kelebihan, yaitu hasil keputusan lebih bermutu tinggi, dan bisa diterima orang banyak, dapat menampung aspirasi orang banyak, dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelaksanaan musyawarah bisa mencapai mufakat jika ada usaha untuk mendukung beragam pendapat yang berbeda, kemudian dicari pemecahannya. Pemecahan tersebut akan menghasilkan keputusan bersama. Keputusan bersama bisa tercapai jika peserta musyawarah menggunakan akal sehat dan hati nurani yang luhur, beriktikad baik, bersikap jujur, saling menghargai pendapat orang lain, serta diliputi semangat kekeluargaan. Pengambilan keputusan yang didasarkan pada musyawarah mufakat sangat penting, hal tersebut untuk menghindari adanya perselisihan di antara peserta musyawarah sehinggda dari anggota yang melaksanakn musyawarag dapat menerima hasil dari adanya mufakat tersebut. Manfaat Mufakat Manfaat bermusyawarah yaitu masalah yang sulit akan mudah dipecahkan, masalah berat akan menjadi ringan, dan bisa meningkatkan rasa kekeluargaan, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan juga dapat mewujudkan pengamalan nilai pancasila yang ke 3 yaitu tentang Persatuan. Secara lebih rinci, musyawarah mufakat mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya yaitu Musyawarah mufakat adalah cara yang tepat untuk mengatasi berbagai silang pendapat. Musyawarah mufakat bisa menghindari dan mengatasi kemungkinan terjadinya konflik. Musyawarah mufakat memiliki peluang untuk mengurangi penggunaan kekerasan dalam memperjuangkan kepentingan. Contoh Mufakat Contoh sikap yang harus ditunjukkan dalam bermusyawarah untuk mufakat, misalnya adalah sebagai berikut; Bersedia mendengarkan pendapat orang lain Tidak mencela pendapat orang lain Bersedia dan ikhlas untuk mengikuti hasil akhir dari musyawarah Memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memberikan pendapat dalam musyawarah Contoh sikap mufakat di lingkungan sekolah, misalnya Memilih ketua kelas secara musyawarah Mempersiapkan acara kemerdekaan di sekolah dgn musyawarah Mempersiapkan perlombaan antar sekolah scr musyawarah mufakat Itulah tadi serangkaian tulisan yang telah memberikan penjelasan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian mufakat menurut para ahli, ciri, manfaat, dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberikan referensi. Trimakasih, Saya adalah lulusan Universitas Lampung Tahun 2022 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang bercita-cita ingin menjadi dosen Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Salah satu hasil perjuangan gerakan reformasi mahasiswa 1998 yang kita rasakan saat ini adalah lahirnya demokrasi yang di dalamnya warga negara diberi hak untuk bebas mengungkapkan pendapatnya. kebebasan berpendapat ini benar-benar kita rasakan saat ini. Kita bebas mengungkapkan pendapat baik dalam bentuk lisan maupun tulisan yang tidak mungkin kita nikmati pada rezim Orde Baru. Pada rezim Orde Baru, warga negara yang menyampaikan kritik kepada Pemerintah dianggap sebagai kejahatan dan mereka yang melakukannya diberi hukuman. Kebebasan berpendapat yang kita rasakan saat ini bukanlah sesuatu yang kita dapati dengan mudah, namun melalui perjuangan yang dibayar dengan nyawa dari mahasiswa gerakan 1998. Karenanya, kebebasan berpendapat ini haruslah benar-benar membatin di dalam setiap warga negara dengan penuh tanggung berpendapat pertama kali dipelopori oleh orang-orang Yunani kuno. Kata Yunani kuno untuk kebebasan berpendapat adalah parrhesia yang artinya berbicara terus terang. Istilah ini muncul pertama kali dalam sastra Yunani kuno pada sekitar akhir abad kelima sebelum masehi. Kebebasan berpendapat freedom of speech merupakan bagian yang fundamental dari kehidupan demokrasi di Athena sebagai sebuah upaya perjuangan untuk melawan kekuasaan yang tirani. Saat itu, para penguasa memiliki kekuasaan yang sangat besar yang disalahgunakan yang merugikan rakyat. Kebebasan berpendapat ini telah diakui sebagai hak asasi manusia di dalam Deklarasi Hak-Hak Asasi Manusia oleh PBB. Di dalam pasal 19 Deklarasi Hak-Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat; dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan-keterangan dan pendapat dengan cara apa pun dan dengan tidak memandang gerakan reformasi 1998 dengan turunnya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998, lima bulan kemudian, tepatnya pada bulan Oktober 1998, dewan perwakilan rakyat Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum. Inilah undang-undang pertama yang menegaskan hak kebebasan berpendapat itu sebagai hak asasi manusia lahir di Indonesia. Di dalam pasal 1 angka satu 1 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 menegaskan Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kebebasan berpendapat kemerdekaan menyampaikan pendapat ini dapat dilakukan melalui unjuk rasa atau demonstrasi, pawai, rapat umum dan atau mimbar bebas. Hal ini juga diperkuat dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. Di dalam Pasal 25 UU Nomor 39 Tahun 1999 mengatakan setiap orang berhak untuk menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk hak untuk mogok sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pada tahun 2000, Majelis Permusyawaratan Rakyat mengamandemen kedua UUD 1945 dan memasukan kebebasan berpendapat ini secara konstitusional di dalam UUD 1945. Di dalam Pasal 28F UUD 1945, hasil amandemen kedua menegaskan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Dengan dimuatnya hak ini ke dalam konsitusi negara, maka hak ini tidak mudah diutak-atik atau dihapus oleh kepentingan-kepentingan politik sesaat. Berbeda ketika hanya pada tingkat undang-undang, dimana masih ada kemungkinan, hal ini akan mudah diutak-atik di tingkat Dewan Perwakilan pelaksanaan kebebasan berpendapat saat ini, ada penilaian bahwa kebebasan berpendapat sepertinya sudah kebablasan atau sudah melampaui batas. Penilaian itu sah-sah saja. Namun hal yang perlu disadari bahwa kebebasan berpendapat itu merupakan ruang yang sudah pasti akan menimbulkan keriuhan, kebisingan bahkan kegemparan. Itu adalah konsekuensi yang harus kita nikmati sebagai negara demokrasi yang memberi hak kepada setiap warga negara untuk mengungkapkan pendapatnya. Ruang demokrasi yang baru kita nikmati kurang lebih baru berjalan dua puluh tahun. Ini ruang yang baru, yang akan terus menerus berpendapat mungkin sedikit dirasakan tidak sesuai dengan budaya ketimuran kita. Dalam budaya kita, mengkritik orang yang lebih tua itu tidak sopan, apalagi mengkritik orang yang memiliki kedudukan atau kekuasaan. Anak harus patuh pada pandangan orang tua walaupun apa yang disampaikan itu sudah tidak sesuai konteks dimana kita hidup saat ini. Dulu, mengkritik raja adalah hal yang dilarang. Persis inilah yang terjadi pada rezim Orde Baru, memanfaatkan norma-norma seperti itu sebagai alat untuk mengekang, mengintimidasi dan mengontrol rakyatnya agar tidak mengganggu jalannya proses kepemerintahan. Siapa yang melakukan kritikan, siap menerima ini kita sedang masuk ke dalam tahap pertama yakni merayakan ruang kebebasan berpendapat ini. Sama seperti merayakan sebuah kemenangan, orang akan merayakan kemenangan itu dengan segala keriuhan, kebisingannya bahkan akan mengganggu lingkungan sekitarnya. Tetapi ruang kebebasan berpendapat itu sendiri lebih dari sekedar merayakannnya, di dalamnya akan terus melangkah ke tahap selanjutnya yakni pembatinan nilai dari kebebasan berpendapat itu. Dalam tahap itulah, orang akan memahami dan mulai menemukan arti sesungguhnya menggunakan hak kebebasan berpendapatnya. Pembatasasan pelaksanaan Hak Kebebasan BerpendapatMemaknai dan melaksanakan hak kebebasan berpendapat ini bukanlah sesuatu yang mudah. Oleh karenanya kebebasan berpendapat itu perlu diatur batas-batasannya agar pelaksanaan hak itu tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain atau bagi negara itu sendiri. Tetapi batasan-batasan itu sendiri tidak boleh menghalangi pelaksanaan kebebasan berpendapat. Kebebasan berpendapat itu harus diatur di dalam perundang-undagan yang setara. Pembatasan itu tidak boleh ditentukan oleh kekuasaan semata. 1 2 Lihat Hukum Selengkapnya Selama kamu belajar di sekolah, kuliah di kampus, bekerja di kantor, berorganisasi di mana saja, dan sebagainya. Kamu pasti pernah diminta untuk mengemukakan pendapat. kan?Nah, mengapa ada saja bahkan sebagian besar orang merasa kesulitan jika dimintai untuk berpendapat? Bahkan, ada yang sampai merasa tertekan, sehingga menganggap bahwa berpendapat adalah sebuah tantangan bagi yang merasa takut jika nantinya pendapatnya akan menyinggung orang lain. Ada juga yang gak nyaman untuk berbicara di depan umum, ada juga orang-orang yang ketika menyampaikan pendapatnya, malah selalu berujung pada konflik dengan orang lain, dan hal-hal lainnya yang menjadi penyebab seseorang susah banget untuk mengungkapkan apakah kamu juga merasa seperti itu? Jangan khawatir, karena ada lima cara yang bisa kamu lakukan untuk menyampaikan pendapat dengan tepat dan tanpa keluar urat. Yuk, simak cara-cara Mengenali terlebih dulu dirimu sendiri ilustrasi mengenali diri PiacquadioPada dasarnya untuk menyampaikan pendapat pribadi yang ada dalam pikiranmu ke orang lain, itu memang gak semudah yang dibayangkan. Terlebih lagi jika kamu kurang memiliki pengalaman dalam berpendapat, atau mungkin kamu masih bingung bagaimana cara langkah awal untuk mengatasi masalah ini bisa dimulai dari dirimu sendiri. Cobalah untuk mengenali terlebih dulu dirimu sendiri. Belajarlah lebih peka terhadap perasaanmu apa yang sedang kamu rasakan, seperti rasa cemas, panik, stres dan sebagainya. Mengenali diri sendiri sangat penting dalam hal berkomunikasi. Jadi, ketika emosi negatif muncul dari dirimu, maka kamu bisa mengelola emosi diri sebelum mulai Memahami dengan baik terkait informasi atau pendapat yang akan disampaikan ilustrasi berpikir ShvetsCara berikutnya agar pendapatmu dapat diterima dengan baik oleh orang lain, adalah dengan memahami secara baik tentang berbagai informasi atau pendapat yang akan kamu sampaikan tersebut. Hal ini bertujuan agar apa yang kamu sampaikan itu dapat menjadi jelas dan mudah dimengerti, serta dipahami oleh orang untuk menyusun terlebih dulu tentang hal-hal apa saja yang akan kamu sampaikan. Kamu bisa membuat poin-poin yang sederhana terkait informasi dari pendapatmu. Sampaikan saja dengan gayamu sendiri, supaya kamu gak terlalu terbebani dan membuat stres di poin-poin tersebut juga sangat membantumu nantinya. Pertama, itu akan membantumu dalam mengingat. Kedua, hal tersebut menjagamu agar bisa terus berpendapat sesuai konteks. Baca Juga 5 Akibat ketika Enggan Dengarkan Pendapat Orang Lain 3. Lebih memperhatikan lagi nada suaramu dalam berpendapat ilustrasi berbicara Gak jarang, orang-orang yang sedang berpendapat itu karena terlalu bersemangat dan menggebu-gebu, akhirnya banyak di antara mereka yang kurang memperhatikan mengenai nada suaranya saat mereka sedang mengemukakan pendapatnya di hadapan orang intonasi dalam berbicara adalah faktor yang perlu kamu perhatikan. Sering sekali terjadi, saat sedang berlangsung rapat atau diskusi, intonasi yang digunakan oleh seseorang itu kerap menimbulkan kesalahpaham, hingga berujung pada konflik dan berteriak dan membentak, tegaslah untuk meyakinkan orang lain, namun tetaplah menjaga sopan santun. Berpendapat dengan nada tinggi, dapat memicumu menjadi beremosi dan tentu hal tersebut akan berdampak Yakinlah dan jangan ragu Ilustrasi laki-laki percaya diri yakin dengan pendapat yang kamu sampaikan. Ketika kamu merasa masih memiliki keraguan dengan informasi yang mendukung pendapatmu, maka itu akan dapat terlihat oleh lawan kamu sudah memiliki fakta yang cukup dan valid, maka yakinlah dalam menyampaikannya. Dengan begitu, lawan bicaramu juga akan dapat menerima dan memahami pendapatmu dengan baik. Ketika kamu yakin dan orang lain dapat memahami pesanmu, maka konflik dan pertengkaran, serta saling keluar urat pun bisa jika nanti kamu mendapat respons dari lawan bicaramu, tetaplah meresponsnya dengan baik, meskipun itu adalah sebuah penolakan darimu. Kuncinya adalah memilih kata-kata yang Jangan memotong pembicaraan orang lain ilustrasi percakapan ZimmermanCoba bayangkan jika kamu sedang mengemukakan pendapat, itu juga belum selesai dengan tuntas. Kemudian, secara tiba-tiba ada seseorang yang memotong pembicaraanmu?Bagaimana perasaanmu saat diperlakukan seperti itu? Sangat membuatmu kesal, bukan? Hal seperti itu juga pasti akan dirasakan oleh orang lain, apabila pembicaraannya karena itu, agar saat mengemukakan pendapat itu gak sampai keluar urat. Maka, berusahalah untuk mendengarkan orang lain sampai selesai saat mereka sedang merespons pendapatmu. Menghentikan orang lain saat sedang berbicara itu gak sopan dan sangat berpotensi menimbulkan kelima cara cerdas yang bisa kamu lakukan saat hendak mengemukakan pendapat. Dengan begitu, kamu gak akan emosi sampai harus keluar urat untuk mengutarakan pendapat di atas bisa kamu praktikan di mana saja dan segala situasi, mau di sekolah, rumah, tempat kerja dan sebagainya. Berpendapat dengan baik, selain akan membuat pesan yang kamu sampaikan bisa diterima oleh orang lain secara tepat, hal ini juga akan menghindarkanmu dari konflik dan pertengkaran. Baca Juga 5 Tips Menyikapi Perbedaan Pendapat, Anti Baper! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. - Kebebasan mengemukan pendapat merupakan hak asasi manusia HAM setiap negara. Setiap warga negara bebas mengemukan pendapat untuk menyampaikan pendapat, pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagai secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dasar hukum Kebebasan Mengemukakan Pendapat di Indonesia Kebebasan mengemukan pendapat dimuka umum di jamin dalam Undang-Undang Dasar UUD 1945 dan Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia Universal Declaration of Human Rights.Baca juga Bagian Paru-Paru Dikutip situs Dewan Perwakilan Rakyat DPR, kemerdekaan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum merupakan perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk membangun negara demokrasi yang menyelanggarakan keadilan sosial dan menjamin hak asasi manusia diperlukan adanya suasana yang aman, tertib, dan menyampaikan pendapat di muka umum secara bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga perlu dibentuk UU tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum Nomor 9 Tahun 1998. Pada UU tersebuat Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dilaksanakan berlandaskan pada Asas keseimbangan antara hak dankewajiban Asas musyawarah dan mufakat Asas kepastian hukum dan keadilan Asas proporsionalitas Asas manfaat. Baca juga Unsur dan Jenis Seni Rupa Pada konstitusi Indonesi menjami warganya menyampaikan pendapat baik secara lisan maupun tulisan, sejauh tidak menebar fitnah dan melanggar hukum. Dilansir situs Komisi Nasional Komnas Hak Asasi Manusia HAM, deklarasi universal hak-hak asasi manusia atau Universal Declaration of Human Rights adalah sebuah deklarasi yang di adopsi oleh Majelis Umum PBB pada 10 Desember 1948 di Palais de Chaillot, Paris, Prancis melalui General Assembly Resolution 217 A III.

memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pendapatnya