BERSYUKUR Balas kebaikan dengan kebaikan dan menyanjung budi yang diterima. Menurut imam Ghazali, bersyukur ialah menguruskan nikmat Allah pada tempatnya. HANYA kepada Allah yang layak kita Merafakkan kesyukuran kerana . Limpahan kurniaan dan nikmat dariNya
Halini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ibrahim : 7 yang artinya: “Barang siapa yang bersyukur atas nikmatku kata Allah, niscaya aku akan menambah nikmat itu. Akan tetapi barang siapa yang kufur atas nikmat Ku kata Allah, maka azab ku sangatlah pedih .”
SesungguhnyaAllah swt. adalah pengawas atas kamu.” Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan jodohnya. Jodoh tersebut adalah bentuk cinta Allah yang juga akan saling mencintai dan menghargai nantinya. Untuk itulah bersyukur atas nikmat Allah jika diberikan jodoh tersebut. baca juga:
TRIBUNJATENGCOM- Doa agar selalu tetap bersyukur kepada Allah SWT. Allah telah memberi banyak sekali nikmat yang tak terhingga kepada kita umatnya. Sehingga kita wajib selalu merasa bersyukur.
Denganbersyukur maka akan Kutambahkan lagi..lagi.. dan lagi nikmat untukmu.. kata Allah Dan saat ini aku tdk berhenti bersyukur untuk semua anugrah dan karuniaNya, proses yg tidaklah mudah,dari sebuah keterpurukan yang mengubah semua pola kehidupan.. aku berjanji hanya untuk menjadi orang baik, bukan hanya untuk diriku, tetapi untuk setiap orang
ZFD8FU.
Kali ini akan dibahas tentang bacaan doa mensyukuri nikmat ALLAH SWT lengkap bahasa arab, latin dan artinya. Dengan begitu kita bisa membaca doa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh ALLAH SWT kepada kita. Salah satunya adalah doa Nabi Sulaiman saat mensyukuri nikmat ALLAH SWT yang terdapat dalam surat An-Naml ayat 19. Sebagai seorang muslim, wajiblah bagi kita untuk selalu bersyukur setiap harinya tanpa henti kepada Tuhan yang maha kuasa atas segala sesuatunya ALLAH SWT atas berbagai nikmat kehidupan yang telah diberikan kepada kita. Nikmat harta, kebahagiaan, kesehatan dan nikmat nikmat lainnya yang ada pada kita semuanya datangnya hanya dari ALLAH SWT. Maka kita harus bersyukur dan mengucap hamdalah "Alhamdulillah". Perihal syukur ini telah diperintahkan oleh ALLAH SWT dan telah diabadikan di berbagai surat dalam Al-Quran. Berikut beberapa dalil ayat Al Quran tentang bersyukur kepada ALLAH SWT “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan pula kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” QS. Ali Imran, 3 145 Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” QS. Ibrahim, 14 7 Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” QS. Al-Baqarah, 2 152 “Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. QS. An-Naml, 27 40 “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya pada siang hari dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” QS. Al-Qashash, 28 73 “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” QS. Al-Baqarah, 2 172 “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. an-Nahl, 16 18. Kita bisa bersyukur kepada ALLAH SWT dengan berbagai macam hal seperti menerima apa yang diberi oleh ALLAH SWT, tidak mengeluh, meninggalkan larangannya dan mengerjakan apa yang diperintah oleh ALLAH SWT. Dan yang paling penting adalah sellu membaca doa syukur nikmat agar kita selalu bersyukur. Lalu bagaimana bacaan doa bersyukur atas segala nikmat ALLAH SWT? Sebenarnya kita bisa membaca doa apa saja, bisa juga menggunakan doa doa para ulama. Namun kali ini akan kami share doa mensyukuri nikmat ALLAH SWT dalam Al-Quran lengkap lafadz arab, tulisan latin dan terjemahan bahasa Indonesianya. Doa Bersyukur Kepada ALLAH SWT رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilniy birahmatika fiy ibadikashshaalihiin Artinya “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An-Naml 19 Doa Syukur Nikmat رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa ashlihliy fii dzurriyyatiy inniy tubtu ilayka wa inniy minal muslimiin Artinya “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. Al-Ahqaf 15. Demikianlah teks bacaan doa mensyukuri nikmat ALLAH SWT lengkap bahasa arab, latin dan artinya. Semoga doa bersyukur kepada ALLAH SWT diatas bisa istiqomah kita baca agar kita tidak lupa bersyukur atas segala nikmat yang teah ALLAH SWT berikan kepada kita hambanya. Wallahu a'lam.
Teks Jawaban Syukur adalah balasan atas kebaikan. Serta sanjungan terbaik kepada orang yang telah memberikan kebaikan. Yang paling berhak mendapatkan syukur dan sanjungan seorang hamba adalah Allah Jalla Jalaluhu. Karena agungnya kenikmatan yang diberikan kepada para hamba-Nya baik agama maupun dunia. Dimana Allah telah memerintahkan kepada kita untuk mensyukuri nikmat-nikmat itu dan tidak mengingkarinya. Allah berfirman فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ البقرة/ 152 “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” QS. Al-Baqarah 152 Kedua Orang yang paling besar menunaikan perintah ini dan menyukuri Tuhannya serta berhak mendapatkan gelar Orang yang bersyukur dan Pandai bersyukur adalah para Nabi dan dan para utusan-Nya alaihimus salam. Allah berfirman إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتاً لِلَّهِ حَنِيفاً وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ . شَاكِراً لَأَنْعُمِهِ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ النحل/ 120 ، 121 “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, lagi yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.” QS. An-Nahl 120-121. Allah juga berfirman yang artinya, “yaitu anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba Allah yang banyak bersyukur.” QS. Al-Isro’ 3. Ketiga Allah telah menyebutkan sebagian nikmat-nikmat-Nya kepada para hamba-Nya dan memerintahkan mereka untuk mensyukurinya. Dan Allah memberitahukan kepada kita bahwa sedikit sekali diantara hamba-hamba-Nya yang menunaikan syukur kepada-Nya. Allah berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ البقرة 172 “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” QS. Al-baqarah 172 وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ قَلِيلاً مَا تَشْكُرُونَ الأعراف/ 10 “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi sumber penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” QS. Al-A’raf 10 Diantara firman-Nya lagi yang artinya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan juga supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur.” QS. Ar-Rum 46. Diantara kenikmatan dunia adalah firman Allah ta’ala, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan basuh kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air kakus atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik bersih; sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” QS. Al-Maidah 6 Dan nikmat-nikmat lainnya yang begitu banyak. Kami sebutkan sebagian kecil saja, kalau semuanya tidak akan mungkin bisa menghitungnya. Sebagaimana firman Allah ta’ala وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الْأِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ إبراهيم 34 “Dan Dia telah memberikan kepadamu keperluanmu dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat Allah.” QS. Ibrohim 34. Kemudian Allah memberikan kepada kita kenikmatan-kenikmatan, dan telah mengampuni kita atas kekurang dalam menyukuri nikmat-nikmat tersebut, seraya berfirman وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ النحل 18 “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. An-Nahl 18. Seorang muslim hendaknya senantiasa memohon kepada Tuhannya untuk membantunya dalam bersyukur kepada-Nya. Kalau bukan karena taufiq dan bantuan Allah kepada hamba-Nya. Maka tidak akan mendapatkan kesyukuran. Oleh karena itu dianjurkan dalam sunah yang shoheh meminta bantuan kepada Allah untuk dapat bersyukur kepada-Nya. عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ وَقَالَ يَا مُعَاذُ ، وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ ، وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ ، فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ ، وَشُكْرِكَ ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ . رواه أبو داود 1522 والنسائي 1303 ، وصححه الألباني في " صحيح أبي داود “Dari Muad bin Jabal sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam memegang tangannya seraya mengatakan, “Wahai Muad, demi Allah saya cinta kepadamu karena Allah. Demi Allah saya cinta kepadamu karena Allah. Beliau melanjutkan,”Saya wasiatkan kepada wahai Muad, jangan engkau tinggalkan setiap selesai shalat berdoa اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ ، وَشُكْرِكَ ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ “Ya Allah bantulah saya untuk mengingat dan mensyukuri kepada-Mu serta memperbaiki ibadah kepada-Mu. HR. Abu Dawud, 1522. Nasa’I, 1303. Dinyatakan shoheh oleh Albani di Shoheh Abi Dawud. Dan bersyukur terhadap nikmat menjadi sebab bertambahnya nikmat sebagaimana Allah firmankan وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ إبراهيم/ 7 “Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." QS. Ibrohim 7 Keempat Bagaimana seorang hamba bersyukur kepada Tuhannya atas nikmat yang agung ini? Bersyukur depat dengan merealisasikan pilar-pilarnya, yaitu syukur hati, syukur lisan dan syukur anggota badan. Ibnu Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Bersyukur bisa dengan hati dengan cara khudu’ merendahkan diri dan menyandarkan kepada-Nya. Secara lisan dengan menyanjung dan mengakuinya. Secara anggota tubuh dengan ketaatan dan pelaksanaan. “Madarijus salikin, 2/246. Penjelasan hal itu adalah Syukur hati, artinya hati merasakan harga suatu kenikmatan yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Menguatkan dalam hatinya pengakuan bahwa pemberi nikmat-nikmat nan agung ini adalah Allah saja tiada sekutu bagi-Nya Allah berfirman وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ النحل/ 53 . “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah datangnya” QS. An-Nahl 53 Pengakuan ini bukan sekedar anjuran akan tetapi merupakan suatu kewajiban. Siapa yang menyandarkan kenikmatan ini kepada selain Allah, maka dia telah kafir. Syekh Abdurrahman As-Sa’dy rahimahullah mengatakan, “Seharusnya seorang hamba menyandarkan semua kenikmatan kepada Allah saja baik ucapan maupun pengakuan. Hal itu dapat menyempurnakan ketauhidan. Siapa yang mengingkari nikmat-nikmat Allah dengan hati dan lisannya, maka dia telah kafir. Tidak mendapatkan bagian apapun dari agama. Siapa yang menetapkan dengan hati bahwa semua kenikmatan hanya dari Allah semata, terkadang dengan lisannya menyandarkan kepada Allah dan terkadang menyandarkan kepada diri dan perbuatannya serta usaha orang lain –sebagaimana yang seringkali terucap pada kebanyakan orang – maka dia harus bertaubat. Dan jangan menyandarkan kenikmatan melainkan kepada pemiliknya. Dan dirinya harus berusaha dengan kuat untuk mendapatkan hal itu. Keimanan dan ketauhidan tidak dapat direalisasikan kecuali dengan menyandarkan semua kenikmatan kepada Allah baik ucapan maupun pengakuan. Karena syukur yang merupakan pokok keimanan terdiri dari tiga pilar, pengakuan hati dari semua kenikmatan yang diberikan kepadanya dan kepada orang lain. memperbincangkan dan menyanjung kepada Allah. serta meminta pertolongan dengan kenikmatan tersebut dalam rangka ketaatan dan beribadah kepada Pemberi nikmat. “Al-Qoul Sadid Fi Maqosidit Tauhid, hal. 140. Allah berfirman ketika menjelaskan kondisi orang yang mengingkari menyandarkan kenikmatan kepada Allah يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ النحل/ 83 “Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.” QS. AN-Nahl 83 Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Maksudnya adalah mereka mengetahui bahwa Allah yang memberikan dan mengutamakan nikmat untuknya, meskipun begitu mereka mengingkarinya. Dan menyembah kepada-Nya dengan lain-Nya. Serta menyandarkan pertolongan dan rizki kepada selain Allah.” Tafsir Ibnu Katsir, 4/592. Syukur lisan. Yaitu mengakui dengan kata-kata –setelah meyakini dalam hati- bahwa Pemberi nikmat yang sebenarnya adalah Allah Ta’ala. Menyibukkan lisan dengan menyanjung kepada Allah Azza Wa jalla. Allah befirman ketika menjelasan kenikmatan yang diberikan kepada hamba-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa sallam وَوَجَدَكَ عَائِلاً فَأَغْنَى الضحى/ 8 “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” QS. Ad-Dhuha 8 Kemudian diiringi dengan perintah Allah وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ الضحى/ 11 “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” QS. Ad-Dhuha 11 Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Maksudnya adalah sebagaimana kamu dahulu kekurangan dan fakir maka Allah cukupkan, maka perbincangkan kenikmatan Allah kepada Anda. “Tafsir Ibnu Katsir, 8/427. Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah sallallahu alahi wa sallam bersabda إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنْ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا ، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا رواه مسلم 2734 “Sesungguhnya Allah rela seorang hamba ketika mengkonsumsi suatu makanan, kemudian memuji kepada-Nya. Atau meminum suatu minuman kemudian memuji kepada-Nya. HR. Muslim, 2734. Abul Abbas Qurtubi rahimahullah mengatakan, “Memuji disini punya arti bersyukur. Kami telah ketengahkan bahwa memuji ditempatkan di posisi syukur. Dan syukur tidak ditempatkan di posisi memuji Hamdu. Hal itu menunjukkan bahwa mensyukiri kenikmatan – kalau anda katakan – merupakan sebab mendapatkan keredoan Allah. dimana hal itu merupakan kondisi terbaik bagi penduduk surga. Nanti akan ada firman Allah terkait dengan penduduk surga ketika mengatakan Engkau telah memberikan kami yang belum pernah diberikan kepada seorangpun dari makhluk-Mu. Maka Allah berfirman, “Apakah kamu semua mau Saya berikan yang lebih baik dari itu? Semua penduduk surga mengatakan, “Apa itu? Tidakkah Engkau telah memutihkan wajah kami, dan memasukkan kami ke surga serta dijauhkan dari neraka? Maka Allah berfirman, “Saya halalkan keredoanKu untuk kalian semua. Saya tidak akan marah kepada kamu semua selamanya. Syukur merupakan sebab penghormatan yang agung semacam itu karena mengandung pengetahuan kepada Pemberi nikmat. Hanya Dia sendiri yang menciptakan nikmat itu. Serta mendistribusikan kepada orang yang diberi nikmat. Sebagai kelebihan, kedermawanan dan kenikmatan dari Pemberi nikmat. Dan yang diberi nikmat itu fakir, membutuhkan kenikmatan itu. Pengetahuan itu mengandung pengertian akan hak dan keutamaan Allah. serta hak seorang hamba yang kurang. Sehingga Allah memberikan balasan atas pengetahuan dan kemulyaan nan tinggi. “Al-Mufhim Lima Asykal Min Talkhis Kitab Muslim, 7/60, 61. Dari sini sebagian ulama salaf mengatakan, “Siapa yang menyembunyikan kenikmatan, maka dia telah mengkufurinya. Siapa yang menampakkan dan menyebarkannya, maka dia telah mensyukurinya. Ibnu Qoyyim rahimahullah ketika memberi catatan seraya mengatakan, “Hal ini diambil dari perkataan Sesungguhnya ketika Allah memberikan nikmat kepada hamba-Nya, ingin diperlihatkan bekas nikmat kepada hambanya. “Madarikus Salikin, 2/246. Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz rahimahullah beliau mengungkapkan, “Saling mengingatkanlah kalian semua tentang kenikmatan-kenikmatan, hak mengingatnya termasuk bentuk syukur.” Sementara syukur anggota badan adalah mempergunakan anggota tubuhnya untuk ketaatan kepada Allah. dan menghindari agar tidak terjerumus kepada sesuatu yang dilarang oleh Allah dari bentuk kemaksiatan dan dosa. Allah berfirman اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْراً سـبأ/ من الآية 13 “Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur kepada Allah.” QS. Saba 13. Dari Aisyah radhiallahu anha berkata كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى قَامَ حَتَّى تَفَطَّرَ رِجْلَاهُ قَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ ؟ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا . رواه البخاري 4557 ومسلم 2820 . Dahulu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berdiri shalat sampai bengkak kedua kakinya. Maka Aisyah bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa anda melakukan hal ini padahal telah diampuni dosa anda yang akan datang dan yang lalu? Maka beliau berkata, “Wahai Aisyah, apakah saya tidak boleh menjadi hamba yang yang pandai bersyukur.” HR. Buhori, 4557 dan Muslim, 2820. Ibnu Battol rahimahullah mengatakan, “Tobari mengatakan, yang benar dalam hal itu adalah bahwa syukurnya seorang hamba adalah pengakuan bahwa hal itu adalah dari Allah bukan yang lainnya. Dan pengakuan yang benar adalah dibuktikan dengan perbuatan. Sementara pengakuan yang tidak sesuai dengan perbuatannya, maka pelakunya tidak berhak menyandang orang yang bersyukur secara umum. Akan tetapi dikatakan syukur lisan saja. Dalil akan keabsahan hal tu adalah firman Allah Ta’ala اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْراً سـبأ/ من الآية 13 “Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur kepada Allah.” QS. Saba 13. Telah diketahui bahwa mereka tidak diperintahkan, ketika dikatakan kepada mereka untuk mengakui akan kenikmatan-kenikmatan-Nya. Karena mereka tidak mengingkari bahwa hal itu merupakan tambahan kelebihan dari-Nya. Sesungguhnya mereka diperintahkan bersyukur atas nikmat-Nya dengan perbuatan taat. Begitu juga sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam ketika kedua kakinya bengkak karena qiyamul lail, “Apakah saya tidak diperbolehkan menjadi hamba yang pandai bersyukur? Syarkh Shoheh Bukhori, 10/183, 184. Abu Harun mengatakan, “Saya masuk ke rumah Abu Hazim saya bertanya kepadanya, “Semoga Allah merohmati anda. bagaimana cara mensyukuri kedua mata? Maka beliau menjawab, “Kalau anda melihat kebaikan, maka anda akan mengingat-Nya. Kalau anda melihat kejelekan, anda tutupi. Saya bertanya, “Bagaimanacara syukur kedua telinga? Beliau menjawab, “Kalau anda mendengarkan kebaikan, maka anda tetap menjaganya. Kalau anda mendengar kejelekan, anda melupakannya. Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah mengatakan, “Syukur ada dua derajat, salah satunya asalah wajib. Yaitu dengan melakukan kewajiban dan menghindari larangan. Dan ini merupkan suatu keharusan . Hal ini cukup melakukan syukur atas nikmat-nikmat ini. Dari sini maka sebagian ulama salaf mengatakan, “Syukur adalah meninggalkan kemaksiatan.’ Sebagian lainnya mengatakan, “Syukur adalah tidak mempergunakan nikmat Allah untuk berbuat kemaksiatan. Abu Hazim Az-Zahid menyebutkan syukur anggota tubuh adalah mencegah dari kemaksiatan dan mempergunakan dalam ketaatan. Sementara beliau mengatakan, “Siapa yang bersyukur dengan lisannya dan tidak mensyukuri semua anggota tubuhnya, maka perumpamaannya seperti seseorang mempunyai kain penutup badan, kemudian dia memegang ujungnya tanpa dipakai. Hal itu tidak bermanfaat sama sekali. apakah hal itu dapat memberikan manfaat dari dingin, panas, es dan hujan. Tingkatan syukur kedua, syukur yang dianjurkan. Yaitu seorang hamba setelah menunaikan kewajiban dan menjauhi yang diharamkan. Melakukan amalan sunah. Dan ini derajat orang-orang yang pertama dan orang-orang yang dekat kepada Allah. Jami’ Ulum wal hikam, hal. 245, 246. Kesimpulan Agar senantiasa bersyukur kepada Tuhan anda terhadap nikmat yang telah diberikan kepada anda, maka anda harus mengakui dalam hati anda, bahwa pemberi nikmat ini adalah Allah. maka hendaknya anda agungkan dan sandarkan kepada-Nya. Anda mengakuinya dengan lisan, anda bersyukur setelah bangun tidur diberikan kehidupan lagi bagi anda. setelah makan dan minum merupakan pemberian rizki dan kelebihan untuk anda. Dan lakukan seperti itu pada semua kenikmatan yang diberikan kepada anda. Sementara syukur anda dengan anggota tubuh adalah agar jangan sampai menjadikan apa yang anda lihat dan dengar ke arah kemaksiatan atau kemungkaran. Seperti menyanyi, mengguncing. Dan jangan berjalan dengan kedua kaki anda ke tempat-tempat kemungkaran. Jangan anda pergunakan kedua tangan anda untuk kemungkaran. Seperti menulis surat yang dilarang dengan menjalin hubungan dengan wanita asing. Atau menulis akad yang diharamkan atau membuat sesuatu atau melakukan amalan yang diharamkan. Diantara mensyukuri kenikmatan dengan anggota tubuh adalah mempergunakannya untuk ketaatan kepada Allah Ta’ala dengan tilawah Qur’an, menulis ilmu, mendengarkan sesuatu yang bermanfaat dan begitu juga dengan anggota tubuh lainnya digunakan untuk ketaatan yang berbeda-beda. Ketahuilah bahwa mensyukuri suatu kenikmatan masih membutuhkan syukur. Begitu juga seorang hamba senantiasa dalam kenikmatan Tuhannya. Dia mensyukuri nikmat-nikmat itu. Dan memuji-Nya ketika diberi taufik menjadi orang-orang yang bersyukur. Kita memohon kepada Allah agar kita dan anda diberi taufik dengan apa yang dicintai dan diredoi-Nya. Wallahu alama
Jakarta Doa bersyukur kepada Allah SWT tentunya wajib dipahami oleh setiap muslim. Setiap harinya Allah SWT melimpahkan rezeki serta nikmat-Nya kepada seluruh alam semesta. Tidak terhitung nikmat yang diberikan Sang Pencipta kepada hamba-hamba-Nya. Doa bersyukur menjadi tanda terima kasih seorang hamba kepada Tuhannya. Apalagi, Islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu bersyukur dalam menjalani hidup. Saat seorang muslim bersyukur, maka Allah SWT akan menambah nikmat kepadanya. 9 Bacaan Doa untuk Syukuran Arab, Latin, dan Artinya 8 Doa Syukur Atas Nikmat Allah SWT yang dapat Dilafalkan Umat Islam Doa Bersyukur kepada Allah Setelah Permintaan Dikabulkan Allah SWT berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7, yang artinya "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." QS. Ibrahim [14] 7 Doa bersyukur bisa dilafalkan saat mendapatkan rezeki dan nikmat-Nya. Artinya seorang muslim sudah sepatutnya rutin membaca doa-doa tersebut, karena nikmat yang diberikan Allah SWT tidak terhitung setiap harinya. Berikut rangkum dari berbagai sumber, Senin 17/4/2023 tentang doa adalah dialog dengan yang dicintai. Jika Anda ingin berdialog dengan Tuhan, berdoalah. Dan jika Anda ingin Tuhan berdialog dengan Anda, maka bacalah Doa Bersyukur Dapat RezekiDoa Bersyukur Kepada Allah SWT Credit doa bersyukur saat mendapatkan rezeki dari Allah SWT Ya ghaniyyu ya hamidu ya mubdiu ya mu'idu ya rahimu ya wadudu, aghnini bihalalika 'an haramika wakfinii bifadllika 'amman siwaka. Artinya "Wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang Menciptakan makhluk dari permulaan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Maha Kasih, kayakanlah diriku dengan yang halal dari yang haram, dan cukupilah diriku dengan anugerah-Mu dari pemberian selain dari diri-Mu." 2. Doa Bersyukur Setelah Sholat Fardhu Berikut doa bersyukur yang bisa kamu lafalkan setiap harinya Allaahumma a-'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik. Artinya "Ya Allah, bantulah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu." 3. Doa Beryukur Atas Nikmat Allah SWT dalam Al-Qur'an Doa bersyukur atas nikmat Allah SWT juga bisa kamu temui di dalam Al-Quran. Doa ini terdapat dalam Surah An-Naml ayat 19. Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilniy birahmatika fiy ibadikashshaalihiin. Artinya "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." QS An-Naml ayat 19Doa Bersyukur Kepada Allah SWT Foto oleh RODNAE Productions dari PexelsBerikut doa bersyukur atas nikmat yang diperoleh dari Allah SWT setiap harinya Fa tabassama daahikam ming qaulihaa wa qaala rabbi auzi'nii an asykura ni'matakallatii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala saalihan tardaahu wa adkhilnii birahmatika fii 'ibaadikas-saalihiin Artinya "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." 5. Doa Bersyukur dan Pujian Kepada Allah SWT Doa bersyukur ini berisi wujud rasa syukur dan pujian kepada Allah SWT yang menjamin tambahan nikmat bagi orang-orang yang bersyukur. Berikut doa syukur Alhamdulillahi rabbil 'alamin khamdan katsira yuwafi ni'amahu wa yukafiu mazidahu. Artinya "Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya." 6. Doa Bersyukur Sehari-hari Berikut doa bersyukur atas nikmat yang diperoleh dari Allah SWT setiap harinya Allahumma anta khalaqta nafsi wa anta tawaffaha laka mamatuha wa mahyaha in ahyaytaha fahfazha, wa in amattaha faghfir laha. Allahumma inni as’alukal 'afiyah. Artinya "Ya Allah, Engkau telah menciptakan jiwaku, dan Engkau juga yang akan mengambilnya. Mati dan hidup jiwa ini adalah milik-Mu. Jika Engkau memberikan nyawa pada jiwa itu, tolong jagalah. Tapi jika Engkau cabut nyawa itu, tolonglah ampuninya. Aku memohon pada-Mu keselataman agama dan duniaku."7. Doa Bersyukur Dapat Keringanan IbadahDoa Bersyukur Kepada Allah SWT Photo created by jcomp on doa bersyukur mendapatkan keringanan ibadah dari Allah SWT Alhamdulillahil ladzi ja'ala fil amri sa'atan. Artinya "Segala puji bagi Allah yang memberikan keleluasaan dalam masalah ini." 8. Doa Bersyukur dan Sabar Berikut doa bersyukur dan sabar terhadap segala cobaan yang diberikan oleh Allah SWT Allaahummaj-'alnii syakuuran waj-'alnii shabuuran waj-'alnii fii 'ainayya shaghiiran, wa fii a'yunin-naasi kabiiraa. Artinya "Ya Allah, jadikanlah aku orang yang pandai bersyukur kepada-Mu, sabar menerima cobaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku sendiri, tetapi besar dalam pandangan orang lain." 9. Doa Bersyukur Diberi Kesehatan Berikut doa bersyukur atas nikmat kesehatan yang diperoleh dari Allah SWT setiap harinya Alhamdulillahil ladzi dzahaba bin nahar wa jaa bil laili sakanan ni'matan minhu wa fadhlan. Allahummaj'alna laka minasy syakirin. Alhamdulillaahil ladzi 'afani fi yaumi hadza farubba mubtalan qad ibtuliya fima madla min 'umri. Allahumma 'afini fima baqiya minhu wa fil akhirati wa qina 'adzaban nar. Artinya "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan siang hari dan mendatangkan malam untuk waktu beristirahat sebagai nikmat dan karunia dari-Nya. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang bersyukur kepada-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan aku hari ini. Telah banyak cobaan yang telah aku jalani dari umurku. Ya Allah, sehatkan aku dari sisa umurku, dan dikhirat lindungilah aku dari siksa neraka." 10. Doa Bersyukur Diberi Kelapangan Hati Berikut doa bersyukur diberi kelapangan hati dari Allah SWT Allahumma radldlini bi qadlaika wa shobbirni 'ala balaika wa awzi'ni syukra ni'amaika. Artinya "Ya Allah, jadikan aku ridha dalam menerima qadha ketentuan-Mu, dan jadikan aku sabar dalam menerima bala dari-Mu, dan tunjukilah aku untuk mensyukuri semua nikmat-nikmat-Mu."* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Sebagai umat Muslim, kita telah sedari dahulu diajarkan oleh hadis dan ayat AlQuran tentang bersyukur. Dalam berbagai kesempatan, baik itu senang maupun sulit, mengingat segala rahmat Allah kepada kita adalah penting hukumnya. Syukur akan terus menambah nikmat, dan secara tidak langsung membuat nikmat tersebut terus ada. Lebih lanjut lagi, jika kita menelisik esensi bersyukur kepada Allah Ta’ala, ternyata ia juga berperan sebagai wujud ketaatan dan juga menjauhi segala maksiat. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada banyak hadis dan ayat Al Quran yang menjelaskan perkara syukur ini. Simak apa saja 13 hadis dan ayat AlQuran tentang bersyukur yang dapat Sedulur renungi demi meningkatkan iman serta taqwa agar menjadi Muslim sejati. BACA JUGA Pengertian Mutasi Beserta Klasifikasi, Jenis, dan Dampaknya Depositphotos Sebelum kita masuk ke pembahasan inti mengenai hadis dan ayat AlQuran tentang bersyukur, ada baiknya kita sedikit mengulas mengenai apa itu syukur dan alasan kenapa kita harus terus bersyukur kepada Allah. Pengertian syukur secara bahasa dapat dipahami sebagai menunjukkan pujian pada seseorang atas kebaikan yang ia perbuat. Ketika kita memberikan wujud syukur kepada Allah, maka dengan kata lain kita memuji-Nya sebagai balasan atas nikmat yang diberikan dengan cara melakukan ketaatan kepada-Nya. Seperti yang diungkapkan oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah berikut ini. الشُّكْرُ يَكُوْنُ بِالقَلْبِ وَاللِّسَانُ وَالجَوَارِحُ وَالحَمْدُ لاَ يَكُوْنُ إِلاَّ بِاللِّسَانِ “Syukur haruslah dijalani dengan hati, lisan, dan anggota badan. Adapun al-hamdu hanyalah di lisan.” Majmu’ah Al-Fatawa, 11135. Dari pernyataan tersebut, dapat kita bedah lagi bahwa bersyukur bisa dibagi menjadi dua kategori. Pertama adalah bersyukur dengan lisan. Bersyukur dengan lisan berarti memuji pada yang memberikan nikmat. Sedangkan yang kedua adalah bersyukur dengan semua anggota badan. Ketika kita bersyukur dengan semua anggota badan, maka yang dimaksud adalah membalas nikmat dengan yang pantas. Mereka yang banyak bersyukur adalah orang-orang yang mencurahkan usahanya dalam mewujudkan rasa syukur dengan hati, lisan, dan anggota badan dalam bentuk meyakini dan mengakui nikmat. Tahukah Sedulur bahwa ternyata rasa syukur juga memiliki rukun? Rukun syukur ada tiga. Mengakui nikmat itu berasal dari Allah. Memuji Allah atas nikmat tersebut. Meminta tolong untuk menggapai ridha Allah dengan memanfaatkan nikmat dalam ketaatan. Depositphotos Bersyukur atas nikmat Allah ternyata mendatangkan banyak manfaat. Salah satunya adalah menambah hal-hal baik yang akan terjadi kepada diri kita sendiri. Syukur akan terus menambah nikmat dan membuat nikmat itu terus ada. Hakikat syukur adalah melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat. Pernyataan di atas juga senada dengan hadis berikut ini. لا يرزق الله عبدا الشكر فيحرمه الزيادة لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ “Allah tidak mengaruniakan syukur pada hamba dan sulit sekali ia mendapatkan tambahan nikmat setelah itu. Karena Allah Ta’ala berfirman, Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian.’” QS. Ibrahim7 HR. Al Baihaqi, 4124. Walaupun kita memang dianjurkan untuk bersyukur, tetapi sejatinya Allah tidak membutuhkan rasa syukur dari para hambanya. Kuasa Allah akan tetap abadi, karena kitalah orang-orang yang sangat membutuhkan nikmat-nikmat dari Allah Ta’ala tersebut. Coba simak hadis di bawah ini. يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِى مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِى شَيْئًا “Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertakwa seperti orang yang paling bertakwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga.” HR. Muslim, No. 2577. Nah, dari penjelasan di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa rasa syukur terhadap nikmat Allah memang sepatutnya kita miliki. Tidak tergantung pada sebesar apa atau sekecil apa yang Allah berikan kepada kita, perasaan dan tindakan syukur tersebut merupakan wujud kita sebagai hamba yang beriman dan bertaqwa. Allah tidak membutuhkan kita untuk bersyukur, kuasanya akan selalu abadi. Akan tetapi, kita perlu bersyukur agar senantiasa diberikan nikmat yang melimpah sampai akhir hayat kita. Hadis dan ayat AlQuran tentang bersyukur Depositphotos Sudah paham apa itu syukur dan kenapa kita harus bersyukur terhadap pemberian dari Allah? Nah, berikut ini terdapat daftar hadis dan ayat dari Al Quran yang membahas mengenai perkara syukur tersebut. Yuk, simak sama-sama sampai akhir, Sedulur! 1. Ayat AlQuran tentang bersyukur, Ad Duha ayat 11 وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ “Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan dengan bersyukur.” QS. Ad Duha11. 2. Luqman ayat 12 وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ “Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur kufur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.’” QS. Luqman12. BACA JUGA Pengertian Regulasi Beserta Bentuk, Jenis, dan Tujuannya 3. Ayat AlQuran tentang bersyukur, Ibrahim ayat 7 وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.’” QS. Ibrahim7. 4. Ayat AlQuran tentang bersyukur, An Nahl ayat 18 وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” QS. An Nahl18 BACA JUGA 12 Rahasia Kucing yang Jarang Diketahui Orang, Jangan Salah! 5. Ayat AlQuran tentang bersyukur, Al Baqarah ayat 152 فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku,” QS. Al Baqarah152. 6. Ayat AlQuran tentang bersyukur, Al Jasiyah ayat 12 اَللّٰهُ الَّذِيْ سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيْهِ بِاَمْرِهٖ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَۚ “Allah-lah yang menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, dan agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.” QS. Al Jasiyah12. BACA JUGA 13 Jenis Ikan Oscar, Predator Menawan yang Memikat Mata! 7. Ayat AlQuran tentang bersyukur, An Naml ayat 40 قَالَ ٱلَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌ مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ كَرِيمٌ “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip’. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari akan nikmat-Nya. Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia’.” QS. An Naml40. 8. HR. Ahmad, No. 4278 مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ “Barang siapa yang tidak mensyukuri sesuatu yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” HR. Ahmad, No. 4278. BACA JUGA Doa Nurbuat Pengertian, Bacaan, Manfaat dan Keutamaannya 9. HR. Muslim, No. 2999 عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” HR. Muslim, No. 2999. 10. HR. Muslim, No. 73 مُطِرَ النَّاسُ على عهدِ النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فقالَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ أصبحَ منَ النَّاسِ شاكرٌ ومنهم كافرٌ قالوا هذهِ رحمةُ اللَّهِ وقالَ بعضُهم لقد صدقَ نوءُ كذا وكذا “Ketika itu hujan turun di masa Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu Nabi bersabda, Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata, Inilah rahmat Allah.’ Orang yang kufur nikmat berkata, Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu,’’.” HR. Muslim, 11. HR. Abu Daud, No. 1672 مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ “Barangsiapa yang telah berbuat suatu kebaikan padamu, maka balaslah dengan yang serupa. Jika engkau tidak bisa membalasnya dengan yang serupa maka doakanlah ia hingga engkau mengira doamu tersebut bisa sudah membalas dengan serupa atas kebaikan ia.” HR. Abu Daud, No. 1672. 12. HR. Tirmidzi, No. 2167 مَن صُنِعَ إليهِ معروفٌ فقالَ لفاعلِهِ جزاكَ اللَّهُ خيرًا فقد أبلغَ في الثَّناءِ “Barangsiapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan, Jazaakallahu khair’ semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, maka sungguh hal itu telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya.” HR. Tirmidzi, No. 2167. 13. HR. Abu Daud, No. 4811 dan HR. Tirmidzi, No. 1954 لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ “Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” HR. Abu Daud, No. 4811 dan HR. Tirmidzi, No. 1954. Nah Sedulur, demikian ulasan singkat mengenai hadis dan ayat AlQuran tentang bersyukur. Pengertian syukur secara bahasa dapat dipahami sebagai menunjukkan pujian pada seseorang atas kebaikan yang ia perbuat. Ketika kita memberikan wujud syukur kepada Allah, maka dengan kata lain kita memuji-Nya sebagai balasan atas nikmat yang diberikan dengan cara melakukan ketaatan kepada-Nya. Semoga uraian di atas dapat membuat kita menjadi Muslim yang lebih taat kepada Allah Ta’ala, ya Sedulur!
aku bersyukur pada allah atas nikmat darinya