StrategiKepemimpinan Khulafaur Rasyidin. Sebagai pribadi yang dekat dan menerima pelajaran langsung dari Rasulullah SAW, keempat khulafaur rasyidin tidak pernah keluar dari rel kepemimpinan Islam dalam menjalankan roda pemerintahan. Meski Rasulullah tidak lagi ada, para sahabat tetap melanjutkan mengatur segala sendi-sendi kehidupan baik Berikutadalah daftar khalifah dan periode kepemimpinan Khulafaur Rasyidin; - Abu Bakar As-Shidiq (8 Juni 632-22 Agustus 634) - Umar bin Khattab (23 Agustus 634-3 November 644) - Utsman bin Affan (11 November 644-20 Juni 656) - Ali bin Abi Thalib (20 Juni 656-29 Januari 661) Dengan berakhirnya kekhalifahan Ali, berakhir pula sebutan PEWARISGAYA KEPEMIMPINAN KHULAFAUR RASYIDIN 19/08/2015 Leave a comment kajian utama, Sirah-Harakah Umar bin Abdul Aziz lahir pada tahun 61 H. Ayahnya Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam, salah satu gubernur terbaik pada masa pemerintahan Bani Umaiyyah. Ibunya Ummu Ashim binti Ashim bin Umar bin Khattab. AbuBakar, menjadi satu di antara nama-nama khulafur rasyidin, dan merupakan seorang terpelajar dan dipercayai dapat menafsirkan mimpi seseorang. Tidak hanya itu, beliau juga dikenal sebagai sosok yang dermawan, rendah hati dan penyabar. Maka sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk meneladani beliau. 2. IBRAHKEPEMIMPINAN KHULAFAUR RASYIDIN Abu Bakar As-Sidiq: • Tegas dan teguh memegang kebenaran. • Memberantas gerakan yang telah menyalahi Islam. GAYA KEPEMIMPINAN KHULAFAUR RASYIDIN: KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN • Abu Bakar : lembut dan tegas • Umar : Cerdas, tegas, mementingkan rakyatnya • Utsman : Saleh, penyantun, sabar • Ali mjnJ. Setelah kepergian Rasulullah saw., para sahabat Anshar menginginkan kekhalifahan umat Islam digantikan oleh seseorang dari kalangan mayoritas kaum muslimin pada waktu itu mendambakan Abu Bakar ash-Shidiq yang menggantikan sang Nabi. Maka, dimulailah era Khulafaur yang mula-mula merasa ragu pada akhirnya turut membaiat Abu Bakar ash-Shidiq menjadi pemimpin baru umat beliau, Umar bin Khaththab menggantikannya sebagai khalifah kedua. Khalifah ketiga setelahnya adalah Ustman bin Affan dan kemudian ditutup oleh Ali bin Abi Thalib adalah nama-nama Khulafaur Rasyidin sekaligus empat dari sepuluh nama sahabat yang dijamin masuk mungkin sudah banyak mendengar kisah tentang empat sahabat tercinta Rasulullah saw. ini dalam menemani kiprah dakwah sang Nabi selama beliau masih apakah kamu tahu juga bagaimana mereka menggantikan sang Nabi tercinta dalam memimpin umat islam?Masing-masing tokoh memiliki pembawaan dan karakter kepemimpinan yang berbeda-beda. Nah, artikel ini akan membahas biografi Khulafaur Rasyidin secara di dalam bahasan tersebut adalah sifat yang patut diteladani, gelar yang dimiliki, dan jasanya terhadap peradaban melengkapi, saya sertakan juga secuplik sejarah dan pola pendidikan Islam pada masa kepemimpinan para sahabat Nabi yang mulia yakin kamu akan mendapatkan banyak hikmah dari kisah itu, kamu harus membaca artikel ini sampai habis dan jangan melewatkan sedikit pun informasi mengenai sejarah singkat Khulafaur simak dahulu pengertian Khulafaur Rasyidin, yuk!Apa Arti Khulafaur Rasyidin?Ash-Shiddiq, Khalifah PertamaSabda Nabi tentang Abu BakarPidato Indah sang Khalifah PertamaDua Tahun Pertama Era Khulafaur RasyidinAl-Faruq, Amirul Mu’minin KeduaNama Umar Disebut dalam Doa Nabi Tahun Kemakmuran yang Terasa SingkatBidang PemerintahanBidang PendidikanDzun Nurain, Khalifah Ketiga Hasil MufakatDua Periode Pemerintahan Dinasti UtsmanPembukuan Naskah Al-Qur’anTimbulnya Ragam Cabang Ilmu HadisBabul Ilmi, Khalifah Penutup Khulafaur RasyidinLima Tahun Terakhir Era Khulafaur RasyidinKisah Wafatnya 4 Khulafaur RasyidinAbu Bakar ash-Shiddiq bin Khaththab Arti Khulafaur Rasyidin?Secara etimologi, khulafaur rasyidin artinya “pengganti dalam bentuk jamak Rasul yang cerdas”.Berdasarkan terminologi, khulafaur rasyidin memiliki makna “pemimpin-pemimpin yang menggantikan peran Rasulullah saw. dalam mengatur kehidupan kaum muslimin dengan proporsional, bijak, cerdas, amanah, dan diberi petunjuk oleh Allah Swt.”Ash-Shiddiq, Khalifah PertamaSeperti yang sudah disinggung sebelumnya, Khulafaur Rasyidin berjumlah empat orang dan yang pertama adalah Abu Bakar ash-Shiddiq dibaiat oleh seluruh kaum muslimin yang hadir dalam majelis pada saat tak ada yang menghendaki posisi kekhalifahan kecuali diduduki oleh sahabat nabi yang jujur dan membenarkan mengherankan, sebenarnya, karena Abu Bakar adalah sahabat terdekat Rasulullah saw. dan yang paling dicintai beliau setelah Aisyah tak diragukan, keimanannya pun demikian. Ia merupakan yang pertama memeluk Islam dari kalangan laki-laki dewasa dan yang kedua setelah Khadijah Nabi tentang Abu BakarDalam The Preaching of Islam, Thomas W. Arnold menuliskan sabda nabi tentang Abu Bakar ash-Shiddiq selalu berkata, Tidak pernah saya mengajak seseorang masuk Islam tanpa ragu-ragu dan minta tempo berpikir, melainkan Abu Bakar’.”Dalam beberapa peristiwa penting, Abu Bakar selalu terlihat membersamai Rasulullah saw., seperti pada saat ia menemani sang Nabi berhijrah ke Khaldun dalam Muqaddimah menuturkan bahwa Abu Bakar pernah ditunjuk oleh Nabi untuk menggantikannya mengimami shalat berjamaah menjelang akhir hidup ini yang lantas dijadikan oleh Umar bin Khaththab sebagai pertanda bahwa Rasulullah saw. menginginkan Abu Bakar yang menggantikan Nabi sebagai Bakar pun memulai masa kepemimpinan Khulafaur Hayat Muhammad, Muhammad Husain Haekal menceritakan ucapan Umar selanjutnya, yaitu“Kami akan mengikrarkan orang yang disukai oleh Rasulullah di antara kita semua ini.”Ikrar ini kemudian dinamakan Ikrar Saqifa. Kata-kata Umar bin Khaththab ra. menyadarkan para sahabat yang hadir pada waktu muslimin golongan Muhajirin berikrar, pun demikian halnya dengan kalangan Indah sang Khalifah PertamaDi atas mimbar, untuk pertama kalinya setelah dibaiat oleh seluruh sahabat, Abu Bakar menyampaikan pidatonya yang Muhammad Khalid merekamnya dalam Mengenal Pola Kepemimpinan Umat dari Karakteristik Perikehidupan Khalifah Rasulullah. Berikut kutipan pidato tersebut.“Hai, Kaum Muslimin. Saya telah diangkat sebagai pemimpin kalian, tetapi itu tidak berarti bahwa saya adalah yang terbaik di antara kalian. Maka jika saya benar, bantulah, dan jika saya salah, betulkanlah!Ingatlah, orang yang lemah di antara kalian menjadi kuat di sisiku hingga saya serahkan haknya kepadanya!Dan ingatlah, orang yang kuat di antara kalian menjadi lemah di sisiku hingga saya ambil yang bukan haknya saya selama saya menaati Allah dan Rasul-Nya! Dan jika saya tidak taat maka tiada keharusan bagi kalian untuk menaatiku!”Dalam pidato tersebut, tersirat makna amanah dalam memimpin, kejujuran, serta kewajiban menaati pemimpin yang hanya taat kepada Allah dan dikatakan, inilah pendidikan pertama yang Abu Bakar ajarkan kepada para sahabat sebagai peserta utamanya setelah menjadi khalifah pembuka pada era Khulafaur Rasyidin adalah menyatukan kekuatan umat Islam di Jazirah ini bukan hal yang tak mungkin bagi Abu Bakar mengingat status sosialnya sebagai bangsawan Makkah yang terpandang dan kaya Tahun Pertama Era Khulafaur RasyidinMasa Abu Bakar ra. menjadi khalifah amatlah singkat, yaitu tak lebih dari dua memimpin umat Islam pada masa Khulafaur Rasyidin mulai tahun 632 M hingga 634 M yang mulanya diwarnai oleh upaya melepaskan diri dari umat, keengganan membayar pajak, serta adanya nabi palsu adalah masalah yang Khalifah Abu Bakar dapatkan dari para khalifah menyadari bahwa ulah para pengkhianat ini dapat memutus rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat kaum mengkhawatirkan lagi, sikap mereka juga akan memberikan pengaruh buruk kepada orang-orang yang keimanannya masih itulah, Khalifah Abu Bakar lalu menghimpun kekuatan dan mengirim pasukan ke Yamamah Riyadh, Arab Saudi untuk menumpas segala tindak pemberontakan Pendidikan Islam Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era Rasulullah Sampai Indonesia mencatat banyak hafiz yang gugur akibat peristiwa karena itu, sebuah saran untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an datang dari Umar bin Khaththab kepada sang Bakar menyetujui saran tersebut dan mengutus Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhuma, untuk kekuatan umat Islam di Jazirah Arab menjadi dasar untuk memperjuangkan perluasan wilayah dakwah serta pendidikan Amirul Mu’minin KeduaUmar bin Khaththab muncul menggantikan Abu Bakar, menjadi pemimpin kaum muslimin selanjutnya pada era Khulafaur Ash-Shiddiq, beliau merupakan sahabat lain yang sering disebut-sebut oleh Rasulullah saw. dalam ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُا وُضِعَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ عَلَى سَرِيرِهِ فَتَكَنَّفَهُ النَّاسُ يَدْعُونَ وَيُثْنُونَ وَيُصَلُّونَ عَلَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُرْفَعَ وَأَنَا فِيهِمْ قَالَ فَلَمْ يَرُعْنِي إِلَّا بِرَجُلٍ قَدْ أَخَذَ بِمَنْكِبِي مِنْ وَرَائِي فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ فَإِذَا هُوَ عَلِيٌّ فَتَرَحَّمَ عَلَى عُمَرَ وَقَالَ مَا خَلَّفْتَ أَحَدًا أَحَبَّ إِلَيَّ أَنْ أَلْقَى اللَّهَ بِمِثْلِ عَمَلِهِ مِنْكَ وَايْمُ اللَّهِ إِنْ كُنْتُ لَأَظُنُّ أَنْ يَجْعَلَكَ اللَّهُ مَعَ صَاحِبَيْكَ وَذَاكَ أَنِّي كُنْتُ أُكَثِّرُ أَسْمَعُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ جِئْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَدَخَلْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَخَرَجْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ فَإِنْ كُنْتُ لَأَرْجُو أَوْ لَأَظُنُّ أَنْ يَجْعَلَكَ اللَّهُ مَعَهُمَاAn ibni abii mulaikata qaala sami’tub-na abbaasin yaquulu wudhi’a umarub-nul-khaththaabi alaa sariirihi fatakannafahun-naasu yad’uuna wa yutsnuuna wa yushalluuna alaihi qabla an yurfa’a wa anaa fiihim qaala falam yaru’nii illaa bi rajulin qad akhadza bi mankibii min waraa-ii fal-tafattu ilaihi fa-idzaa huwa aliyyun fatarahhama alaa umara wa qaala maa khallafta ahadan ahabba ilayya an alqallaaha bi mitsli amalihi minka waimullaahi inkuntu la-azhunnu an yaj’alakallaahu ma’a shaahibaika wa dzaaka annii kuntu ukatstsiru asma’u rasuulallaahi shallallaahu alaihi wa sallama yaquulu ji’tu anaa wa abuu bakrin wa umaru wa dakhaltu anaa wa abuu bakrin wa umaru wa kharajtu anaa wa abuu bakrin wa umaru fa-in kuntu la-arjuu au la-azhunnu an yaj’alakallaahu ma’ Ibnu Abu Mulaikah, dia berkata,Aku mendengar Ibnu Abbas berkata, Pada saat Umar bin Khaththab hendak meninggal, dia dibaringkan di atas tempat tidurnya. Para sahabat dan kaum muslimin lainnya berkumpul untuk bersama-sama memanjatkan doa dan ampunan kepada Allah bagi Umar sebelum dia meninggal dunia. Dan kebetulan pada saat itu, saya pun ikut berkumpul pula di sana. Tidak ada sesuatu yang mengejutkan saya, kecuali seorang laki-laki yang menepuk pundak saya dari belakang. Lalu, saya menoleh ke arah tersebut, dan ternyata ia adalah Ali bin Abu Thalib Setelah itu, ia pun memanjatkan doa dan ampunan kepada Allah bagi Umar bin Khaththab. Tidak berapa lama kemudian, Ali berkata, Tidak ada lagi seorang pun sepeninggalmu yang lebih aku cintai daripada dirimu, hingga aku lebih suka bertemu Allah dengan membawa kebaikan seperti kebaikan yang kau bawa, hai Umar. Demi Allah, sungguh aku berbaik sangka kepada Allah bahwasanya Dia sengaja menyertakanmu kepada dua orang teman dekatmu, Rasulullah dan Abu Bakar yang telah kembali kepada-Nya lebih dahulu darimu. Sebagaimana sabda Rasulullah yang sering aku dengar,’Aku datang bersama Abu Bakar dan Umar. Aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar. Aku keluar bersama Abu Bakr dan Umar.’ Sungguh, aku berharap agar Allah senantiasa menyertakanmu bersama Rasulullah dan Abu Bakar’.” Hadis Shahih Muslim No. – Kitab Keutamaan SahabatNama Umar Disebut dalam Doa Nabi kuat, kehendak yang mantap, fisik yang bugar, dan pembawaan yang suka berterus terang membuat nama Umar menjadi satu dari dua Umar yang disebut Rasulullah saw. dalam اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِي جَهْلٍ أَوْ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ وَكَانَ أَحَبَّهُمَا إِلَيْهِ عُمَرُRasuulallaahu shallallaahu alaihi wa sallama qaalallaahumma a’izzal-islaama bi ahabbi hadzainir-rajulaini ilaika bi abii jahlin au bi umarab-nil-khaththaabi qaala wa kaana ahannahumaa ilaihi saw. pernah berdoa, Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu di antara kedua orang yang paling Engkau cintai Abu Jahal Amr bin Hisyam atau Umar bin Khaththab.’ Ibnu Umar berkata, Dan ternyata yang lebih Allah cintai di antara keduanya adalah Umar bin Khaththab’.” Hadis Jami’ At-Tirmidzi No. – Kitab Budi Pekerti yang TerpujiDi bawah kepemimpinannya, kekuasaan Islam meluas dengan amat sebuah kota di Libya, Irak, Mesir, Persia Iran, dan Syam Lebanon, Palestina, Suriah, Yordania termasuk wilayah yang berlebihan agaknya jika dikatakan bahwa Umar memiliki pengaruh terbesar kedua setelah Rasulullah saw. dalam sejarah pembentukan pemerintahan dengan corak Tahun Kemakmuran yang Terasa SingkatMasa pemerintahan Umar bin Khaththab adalah 10 tahun, dimulai dari tahun 634 M hingga 644 satu dekade tersebut, sang amirul mu’minin berhasil menciptakan suasana yang relatif aman dan akibat dari meluasnya wilayah kekuasaan Islam, seperti yang dituliskan dalam Ensiklopedi Islam untuk Pelajar 6, kebutuhan hidup keumatan dalam segala aspek pun di antara hajat umat tersebut adalah teraturnya kepemimpinan dan seluruh itu, Umar mengambil kebijakan penting dalam bidang pemerintahan dan PemerintahanAmirul Mu’minin Umar bin Khaththab juga memperhitungkan dengan cermat siapa-siapa saja yang layak menjadi gubernur, guru, dan panglima, baik di dalam maupun luar haruslah sahabat Nabi yang fakih sekaligus seorang ulama. Berikut ini beberapa tokoh yang diberi Musa Al-Asy’ari ahli Al-Qur’an, fiqih, dan hadits ditugaskan menjadi Gubernur Basrah, Darda’ ditugaskan ke Damsyik Damaskus, Suriah, Muaz bin Jabal ke Palestina, serta Ubadah, radhiyallahu anhum, ke Hims Homs, Suriah untuk mengajar agama dan Al-Qur’ bin al-Ash ra. ahli dan pencatat hadits ditugaskan sebagai panglima untuk menaklukkan itu, Umar bin Khaththab mengumpulkan Abdullah bin Umar pengumpul hadits, Ali bin Abi Thalib ahli tafsir dan hukum, Ibnu Abbas ahli ilmu faraid dan tafsir Al-Qur’an, serta Ibnu Mas’ud ahli Al-Qur’an dan hadis radhiyallahu anhum untuk berada bersama dengannya di pemerintahan pusat di PendidikanUmar menciptakan sistem pendidikan Islam yang lebih luas, maju, dan lengkap untuk membentuk figur-figur ahli dalam bidang juga terkenal akan ijitihad-ijtihadnya di kalangan fuqaha. Beberapa di antaranya adalah hal-hal yang kini biasa dilakukan oleh kaum muslimin di seluruh bacaan ash-shalaatu khairum minan-nauum’ shalat itu lebih baik daripada tidur pada adzan masjid sebagai pusat pengajaran dan kalender muazin, imam, dan guru dari dana baitul shalat tarawih ini dipandang amat penting berdasarkan firman Allah Swt. dan sabda Rasulullah saw. tentang ilmu sebagai هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِAmman huwa qaanitun aanaa-al-laili saajidaw wa qaa-imay yaḥdzarul-aakhirata wa yarjuu raḥmata rabbih, qul hal yastawilldziina ya’lamuuna walladziina laa ya’lamuun, innamaa yatadzakkaru kamu, hai orang musyrik, yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, Adakah sama orang-orang yang mengetahui berilmu dengan orang-orang yang tidak mengetahui tidak berilmu?’ Sesungguhnya, orang yang berakal-lah yang dapat menerima pelajaran.” QS surah Az-Zumar 9قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِQaala rasuulullaahi shallallaahu alaihi wa sallama man salaka thariiqan yaltamisu fiihi ilman sahhalallaahu lahu thariiqan saw. bersabda, Barang siapa berjalan di suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” Hadis Jami’ At-Tirmidzi No. – Kitab IlmuDzun Nurain, Khalifah Ketiga Hasil MufakatPeriode Khulafaur Rasyidin turut diwarnai oleh khalifah ketiga, Utsman bin Affan yang dipilih berdasarkan kesepakatan harta dan jiwanya, menantu Rasulullah saw. ini amat berjasa pada masa awal dakwah Islam, baik dalam periode diam-diam maupun adalah seorang sahabat yang berjuluk Dzun Nurain – Pemilik Dua ini tersemat padanya karena ia memiliki kesempatan istimewa untuk menjadi menantu Rasulullah saw. sebanyak dua menikahi salah seorang putri Nabi yang bernama Ruqayyah istrinya meninggal, Rasulullah saw. menikahkan Utsman bin Affan kembali dengan anak perempuan beliau yang lain, yaitu Ummu Kultsum ini tertera dalam Ensiklopedi Islam Dzun Nurain, Utsman bin Affan ra. juga dijuluki Hijratain karena pernah berhijrah dua kali, yaitu hijrah kecil menuju Habsyi Habasyah, Etiopia dan hijrah besar menuju beserta Ruqayyah binti Muhammad mengikuti kedua peristiwa bersejarah ada sahabat Nabi lain yang mengalami peristiwa serupa sehingga maka pantas saja Utsman bin Affan dijuluki Periode Pemerintahan Dinasti UtsmanDua belas tahun, yang terbagi dalam dua kurun waktu, dihabiskan sang khalifah untuk memimpin kaum dan keberhasilan mewarnai periode enam tahun pertama, sedangkan pemberontakan dan pergolakan mengisi sisa masa kekhalifahan Utsman bin Affan kurun waktu kepemimpinan 644–656 M yang lebih lama daripada dua pendahulunya, lebih banyak pula peristiwa yang terjadi pada kaum muslimin di bawah regulasi sang di antaranya berhubungan dengan ilmu agama dan Naskah Al-Qur’anDalam History of the Arabs, Philip K. Hitti menuturkan bahwa Khalifah Utsman meminta naskah-naskah Al-Qur’an yang telah dikumpulkan pada masa kekhalifahan Abu Bakar oleh Zaid bin Tsabit untuk ini berupa kumpulan ayat-ayat Al-Qur’an yang masih berserakan dan disimpan oleh putri Umar bin Khaththab, yaitu Ummul Mu’minin Hafshah badan pembukuan Al-Qur’an dengan Zaid bin Tsabit r. a. sebagai ketuanya. Lembaga ini beranggotakan Abdurrahman bin Haris dan Abdullah bin ketiga sahabat ini adalah menyalin kembali ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam merujuk pada bacaan para hafiz sesuai instruksi khalifah Utsman bin Affan terdapat perbedaan bacaan antara hafiz yang satu dengan lainnya, yang disalin adalah yang memiliki dialek Quraisy Arab.Proses ini adalah bukti kuat bahwa Allah Swt. sendiri yang menjaga Al-Qur’ نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَInnaa naḥnu nazzalnadz-dzikra wa innaa lahuu Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya, Kami benar-benar memeliharanya.” QS surah Al-Hijr 9Setelah selesai, salinan Al-Qur’an diberi nama Al-Mushaf dan diperbanyak menjadi lima di antaranya disimpan di Madinah dan diberi nama Mushaf al-Imam, sedangkan empat lainnya dikirim ke Basrah dan Kufah Irak, Makkah, serta Ragam Cabang Ilmu HadisDua belas tahun setelah Rasulullah saw. wafat bukanlah waktu yang sebentar untuk menyebarluaskan kepemimpinan Utsman ra. berjalan, wilayah dengan penduduk yang beriman menjadi makin melebar, tak terbatas pada Jazirah Arab bin Affan menyadari kemungkinan sulitnya bagi kaum muslimin di luar bangsa Arab untuk memahami Al-Qur’an yang berbahasa sang khalifah pada kesimpulan bahwa dibutuhkan ilmu hadits yang mendukung untuk mempelajari isi kalam Allah Swt. dengan sini, timbullah ragam cabang ilmu hadits yang diajarkan di masjid serta kuttab dan lantas diteruskan ke rumah-rumah kaum adalah institusi akademis yang dibentuk setelah masjid pada masa pemerintahan Abu Bakar demikian menurut Asama Hasan Fahmi dalam Sejarah dan Filsafat Pendidikan di Madinah, Kuttab memiliki tenaga pengajar yang tak lain adalah para sahabat pembelajaran ini kemudian masih dilakukan hingga kini dan dikenal dengan nama sistem pendidikan ajarnya tak memiliki batas usia serta gender dan umumnya dilakukan dalam halaqah, yaitu sebuah proses belajar-mengajar di mana guru dan muridnya duduk Ilmi, Khalifah Penutup Khulafaur RasyidinDalam periode Khulafaur Rasyidin, ada suami dari putri kesayangan Rasulullah saw. sebagai khalifah terakhir, yaitu Ali bin Abi Thalib sang Nabi ini masih merupakan sepupu beliau yang pertama memeluk Islam dari kalangan masih kecil, Abu Thalib bin Abdul Muthalib menitipkan Ali bin Abi Thalib kepada Abdul Muthalib untuk diasuh dan tinggal bersama Rasulullah karenanya, kedua sepupu ini menjadi amat dekat dan banyak mengetahui perihal kehidupan heran jika Prof. Dr. A. Syalabi bertutur dalam Sejarah dan Kebudayaan Islam bahwa kedekatan itu menjadikan Ali sebagai sahabat yang paling banyak menyerap ilmu agama dari Rasulullah saw. dan merawi banyak saja jika julukan babul ilmi–pintu gerbang ilmu pengetahuan–disematkan pada ilmu pengetahuan adalah sebuah kota maka Ali adalah pintu gerbang untuk kira-kira cara para sahabat yang sering mendapatkan hadits dari Ali ini juga pernah mengecoh kaum kafir Quraisy dan menjadi penyelamat nyawa Rasulullah saw. atas izin Allah itu, ia berbaring di atas tempat tidur sang Nabi dan berpura-pura menjadi diri pulalah yang terus membersamai hingga mertua tercintanya berpulang kepada Sang Pencipta dan mengurus keperluan jenazah Tahun Terakhir Era Khulafaur RasyidinPeriode pemerintahan Ali bin Abi Thalib merupakan masa-masa yang tak aman karena pecahnya perang yang terjadi saat periode Dinasti Utsman sebelumnya tak lantas menyurut begitu khalifah ketiga tersebut justru makin tersulut setelah Ali ditunjuk menjadi sang khalifah terakhir ini memusatkan fokus pemerintahannya pada keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan persatuan umat Wafatnya 4 Khulafaur RasyidinAbu Bakar ash-Shiddiq Ummul Mu’minin Aisyah ini menutup usia pada tanggal 21 Jumadil Akhir 13 H hari pada saat itu sama dengan usia Rasulullah saw. ketika wafat. Abu Bakar diserang demam beberapa hari sebelum akhirnya mengembuskan napas bin Khaththab kedua pada masa Khulafaur Rasyidin ini wafat pada tahun 644 Lu’luah Firoz, seorang budak dari Persia, menikam Umar bin Khaththab yang tengah berada di masjid dan menegakkan shalat ajalnya, beliau masih memikirkan siapa sahabat berikutnya yang akan menggantikan ia memimpin umat Islam dan menunjuk sebuah majelis syura untuk melakukan di penghujung usianya masih terdengar relevan untuk masa sekarang “Kematian akan sangat buruk bagiku seandainya aku tidak menjadi seorang muslim.”Berdasarkan penanggalan Hijriah, menantu Rasulullah saw. ini syahid pada tanggal 17 Zulhijah 35 H tahun 655 M pada hari dan pergolakan yang mengisi enam tahun terakhir masa kepemimpinan beliau mengakibatkan terbunuhnya sang terbunuh oleh para pemberontak yang menerobos masuk ke dalam rumah dan menemukan Utsman yang tengah yang syahid di akhir hayat ini pernah diutarakan oleh Rasulullah اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَعِدَ أُحُدًا فَتَبِعَهُ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ فَرَجَفَ بِهِمْ فَضَرَبَهُ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرِجْلِهِ وَقَالَ اثْبُتْ أُحُدُ نَبِيٌّ وَصِدِّيقٌ وَشَهِيدَانِNabiyyallaahi shallallaahu alaihi wa sallama sha’ida uhdan fatabi’ahu abuu bakrin wa uamru wa utsmaanu farajafa bihim fadharabahu nabiyyullaahi shallallaahu alaihi wa sallama birajlihi wa qaalats-but uhudu nabiyyun wa shiddiiqun wa saw. pernah mendaki Gunung Uhud. Kemudian, beliau diikuti oleh Abu Bakar, Umar, dan Utsman hingga gunung itu bergetar. Nabi saw. kemudian menghentakkan kakinya seraya mengatakan, Tenanglah, wahai Uhud. Sesungguhnya, di sisimu ada seorang Nabi, seorang shiddiq, dan dua orang syahid.” Hadits Sunan Abu Dawud No. – Kitab SunahKhalifah terakhir ini wafat pada tanggal 24 Januari 661 M karena terbunuh oleh seorang pengkhianat dari kalangan Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam Ibnu Muljam.Ia menghantam dahi Ali ra. dengan pedang beracun atas dasar pembalasan dendam terhadap seorang karibnya yang terbunuh di Nahrawan, gaya kepemimpinan empat tokoh Khulafaur Rasyidin sepeninggal Rasulullah berharap akan pemimpin yang meneladani sifat-sifat para sahabat tercinta Nabi ini. Semoga artikel ini bermanfaat!SumberAminah, Nina. 2015. Jurnal Tarbiya Pola Pendidikan Islam Periode Khulafaur Rasyidin. Bandung UIN Sunan Gunung Ely. 2015. Jurnal Intelegensia Peradaban Islam pada Masa Khulafaur Rasyidin. Jepara Universitas Islam Nahdlatul Kaligrafi Khulafaur Rasyidin di Hagia SophiaBelt93 CC BY-NC-SA Empat khalifah pertama dalam masa kepemimpinan Islam – Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali disebut dengan Khulafaur Rasyidin 632-661 M oleh Muslim Sunni. Masa pemerintahan ini dimulai dari kematian Nabi Muhammad pada 632 M, saat Abu Bakar diangkat menjadi Khalifah atau penerus Nabi, namun bukan mewariskan kenabian menurut umat muslim, Muhammad adalah nabi terakhir, dan berakhir saat pembunuhan Khalifah Ali pada 661 M. Di masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin, pasukan Islam bersatu di Jazirah Arab atas nama panji-panji agama dan menaklukan sebagian besar Kerajaan Byzantium 330-1453 M dan seluruh Kekaisaran Sasani Persia Baru 224-651 M. Penaklukan cepat dan permanen ini berhenti pada masa pemerintahan Khalifah Rasyidin terakhir, Ali, yang sebagian besar masa pemerintahannya dihabiskan dengan perang saudara. Ali dianggap sebagai satu-satunya pewaris sah Muhammad oleh Muslim Syiah. Khulafaur Rasyidin mengenalkan sistem administrasi inovatif, yang walaupun tidak berhasil menaklukan otoritas, sistem ini kemudian digunakan dan diadaptasi oleh para pemimpin-pemimpin negara selanjutnya hingga 1924 M. Khalifah Abu Bakar 632-634 M Kematian Nabi Muhammad pada 632 M adalah tragedi bagi para pengikutnya, bahkan beberapa menolak kebenaran berita kematian ini. Muhammad mengaku telah menerima wahyu ketuhanan, sehingga kepergiannya membuat pengikutnya khawatir tidak bisa dibimbing oleh keimanan lagi. Beberapa masalah muncul karena Muhammad tidak memilih langsung penggantinya dan tidak memiliki keturunan untuk menggantikannya. Tidak lama setelah kematiannya, banyak suku Arab yang menyatakan bahwa perjanjian dengan Muhammad adalah urusan pribadi dan mereka terlepas dari islam hal ini disebut dengan Ridda – berarti 'murtad' dalam bahasa Arab. Lebih buruknya, banyak orang yang mulai mengaku sebagai nabi. Selama hidupnya, Muhammad telah menjelaskan kepada pengikutnya bahwa ia adalah nabi terakhir dan siapapun yang mengaku sebagai nabi setelahnya adalah pendusta di mata umat Muslim. Abu Bakar 573-634 M mendapatkan dukungan dari mayoritas Muslim Muslim Sunni dan menjadi Khalifah–yang artinya penerus nabi. Abu Bakar 573-634 M, seorang sahabat Muhammad dan laki-laki pertama yang masuk islam ia diberi julukan Siddique – artinya dipercaya, mendapatkan dukungan dari mayoritas Muslim Muslim Sunni dan menjadi Khalifah–yang artinya penerus nabi. Penetapannya bukan tanpa penolakan, ada beberapa kelompok muslim yang disebut Shia't Ali pihak Ali mengajukan Ali sebagai kandidat sah sebagai Khalifah, tapi pada akhirnya posisi Abu Bakar ditetapkan. Para pelaku murtad dan nabi palsu menjadi ancaman bagi Islam pada saat itu, yang paling terkenal salah satunya adalah Musailamah m. Desember 632 M, disebut dengan "Si Pendusta" oleh umat islam. Jazirah Arab terpecah lagi, dan jika kelompok-kelompok ini bergabung dan melawan sebuah persatuan – Madinah dan Mekah, kepemimpinan Islam bisa hancur. Abu Bakar berbakat sebagai pemimpin; ia mengumpulkan umat beriman yang mampu untuk mempersiapkan diri untuk Jihad Perang suci. Ia tahu walaupun jumlah musuhnya jauh lebih banyak, mereka sebenarnya tercerai-berai, dan ia menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Abu bakar membagi pasukan Muslim menjadi beberapa kelompok dan mengirimkan ke setiap bagian Jazirah Arab untuk ditaklukan – peperangan ini kemudian dikenal sebagai Perang Riddah 632-633 M. Jendral yang paling dikenal di masa ini adalah Khalid bin Al Walid l. 585-642 M, yang pasukannya, walaupun kalah jumlah, mampu menaklukan kekuatan Musailamah di Pertempuran Yamamah Des 632 M, dimana Musailamah terbunuh. Kaligrafi Abu BakarPetermaleh CC BY-SA Di akhir Perang Riddah, seluruh Jazirah Arab berada di bawah kekuasaan Islam, Abu bakar diberi julukan "Pencetus Islam Kedua" menurut sejarawan John Joseph Saunders. Abu Bakar tahu kebiasaan bangsa Arab yang suka balas dendam, dan suku-suku yang ditaklukan akan segera melakukannya cepat atau lambat. Abu Bakar langsung menetapkan tujuan selanjutnya negara tetangga Syria dan Irak–yang pada saat itu masing-masing berada di bawah kekuasaan Bizantium dan Sasaniyah. Kedua kekaisaran ini sudah hampir kolaps karena sedang dalam masa peperangan, dan Abu Bakar menggunakan kesempatan ini untuk menyerang– dan Ia berhasil walaupun mungkin hal ini tidak diperhitungkannya. Abu Bakar mengirim pasukan menuju kedua provinsi untuk meluaskan wilayah di pemukiman suku-suku Arab yang membenci aturan negara mereka karena pajak yang tinggi untuk biaya perang yang tiada henti. Sejarawan J. J. Saunders menulis di bukunya A History of Medieval Islam tentang pidato Abu Bakar di depan pasukannya Dalam pidato kepada pasukannya yang setia, Abu Bakar meminta mereka untuk tidak menyakiti wanita, anak-anak, dan orangtua, tidak menjarah dan menghancurkan kebun, pepohonan, kawanan ternak, dan mengamankan pendeta-pendeta kristen dan semacamnya apabila mereka bertemu. 43-44 Khalid dikirim ke Irak dan memenangkan perang, dengan catatan pembunuhan brutal terhadap tawanan perang. Sementara itu, pertempuran di Syria juga dimenangkan. Penguasa Bizantium, Heraklius 610-641 M kemudian mencium maksud penyerangan ini dan mempersiapkan perlawanan di bawah perintah keponakan laki-lakinya, Theodore, karena ia sedang sakit. Mengetahui ini, Abu Bakar memerintah Khalid untuk meninggalkan Irak dan pindah ke Syria. Penaklukan Irak oleh Khalid bin Al-WalidMohammad Adil GNU FDL Khalid menunjukkan keahlian militernya, ia memilih tentara-tentara terbaik dan memaksa unta-unta minum air dalam jumlah yang sangat banyak, kemudian melakukan perjalanan ke Syria yang tandus dan kering – satu unta dibunuh setiap harinya untuk diminum airnya. Sampai di Syria, Khalid menaklukan wilayah Bizantium dan bersatu dengan kekuatan muslim untuk mengalahkan pasukan Bizantium di pertempuran Ajnadayn 634 M – kejadian ini memperkuat posisi Muslim di wilayah ini. Abu Bakar meninggal tidak lama setelahnya. Khalifah Umar 634-644 M Abu Bakar didukung oleh banyak tokoh, seperti Umar bin Khattab 584-644 M, seorang sahabat Muhammad, yang terkenal dengan sifatnya yang keras dan kegigihannya dalam menegakkan keadilan. Abu Bakar memilih Umar sebagai penerusnya, dan setelah kematiannya, Umar pun dipilih menjadi khalifah selanjutnya, Ia diberi julukan "panglima yang setia". Umar melanjutkan operasi militer Abu Bakar dan membawakan dua kemenangan besar di masa Kekhalifahan. Pasukan Muslim 595-674 M melawan Sasaniyah di pertempuran Al Qadisiyyah di bawah perintah Sa'ad bin abi Waqas; hasilnya Irak berada di bawah kekuasaan Muslim dan sisa wilayah Kerajaan Sasaniyah ditaklukan kemudian. Serangan Khalid bin Al-Walid menghancurkan pasukan Bizantium di pertempuran Yarmuk – pasukan ini awalnya dikomando seorang senior bernama Abu Ubaidah 583-639 M, namun kemudian diambil alih oleh Khalid, dan Levant kemudian dikuasai oleh Rasyidin. Penaklukan Syria oleh Khalid bin Al-WalidMohammad adil GNU FDL Kota Jerusalem menyerah tanpa syarat kepada Umar pada 638 M Umar mengunjungi Levant dan Syria untuk mengatur beberapa urusan domestik. Umar juga mencabut jabatan Khalid sebagai jendral setelah kemenangannya, sebuah tindakan yang diprotes besar-besaran. Sebagian masyarakat berasumsi Umar memiliki masalah pribadi dengan Khalid, beberapa yang lain menganggap Khalid terlalu kejam banyak kontroversi tentang Khalid dan Umar yang menjunjung keadilan tidak siap untuk mengatasi tindakannya. Jika alasannya adalah yang kedua, Umar mungkin ragu untuk mengeksekusi jendral tersebut yang bisa dilakukan dengan mudah karena kemenangan yang Khalid buat di medan perang. Bagaimanapun, Umar jelas lebih memilih Abu Ubaidah sebagai calon penerusnya, namun Abu Ubaidah meninggal karena wabah di Syria dan Levant pada 639 M. Selama sepuluh tahun masa kepemimpinannya, Umar mempertahankan pemerintahannya dengan sangat kuat. Hingga saat ini, Umar dikenal sebagai khalifah yang paling terkenal. Sejarawan J. J. Sauders menyebutnya "Pencetus Kekuasaan Islam yang sebenarnya". Umar mengenalkan diwan, birokrasi primitif yang mengatur gaji dan pensiun tentara. Umar juga menjaga masyarakat lokal yang wilayahnya baru dikuasai dari penjarahan pasukan tentara dengan memisahkan tempat tinggal pasukan di wilayah khusus seperti Fustat di Mesir; dan Kufa serta Basra di Irak. Ia juga membuat banyak perubahan dan membuat institusi yang sebelumnya belum pernah ada di bangsa Arab, seperti polisi, pengadilan, dan parlemen. Umar mengenalkan kalendar Islam, yang dimulai dari tahun heigra – 0 SH / Nol "Setelah Hijrah", yaitu perjalanan Nabi dari Mekah ke Madinah pada 622 M. Mata uang era Khulafaur RasyidinCNG Coins GNU FDL Umar dikenal karena kesalehan dan kecintaannya pada keadilan, yang membuatnya dijuluki Faruq pembeda kebenaran dan kebatilan. Salah satu kisah di masa kepemimpinan Umar adalah ketika anaknya dituduh melakukan zina, saksinya adalah wanita yang mengaku menjadi pendampingnya pada saat itu. Umar memerintah anaknya untuk dicambuk, dan anaknya yang tidak sanggup menahan rasa sakit cambukan kemudian meninggal. Tak lama tuduhan ini terbukti salah, Umar merasa hancur tapi tidak melakukan balas dendam atas nama anaknya. Setelah kematian Abu Ubaidah, ia menunjuk Muawiyah 602-680 M sebagai gubernur baru Syria di tahun 639 M, keturunannya kemudian, Umayya, menggantikan status khalifah pada 661 M. Umar dibunuh dengan alasan balas dendam oleh seorang budak Persia bernama Lu'lu pada 634 M, yang terpuruk karena kekalahan Persia sebelumnya. Khalifah Usman 644-656 M Di akhir hayatnya, Umar menunjuk enam panitia syura – dalam bahasa Arab untuk memilih penerusnya; mereka lalu memilih antara dua pilihan Usman bin Affan 579-656 M dan Ali bin Abi Thalib 601-661 M. Pada akhirnya, Usman dipilih menjadi penerus. Ia berasal dari keluarga bangsawan Umayya dan seorang sahabat Muhammad ia menikahi dua anak nabi, dan diberi julukan Ghani, "Dermawan", karena banyak bersedekah. Usman dituduh melakukan nepotisme karena memberikan posisi penting kepada salah satu keluarga Umayya dan pencemaran agama. Di masa pemerintahan Usman, seluruh wilayah Mesir bersatu, beberapa wilayah Persia ditaklukan, dan Bizantium gagal mengambil alih tanah mereka lagi, ironisnya berkat bantuan rakyatnya sendiri kebanyakan monofisit yang lebih memilih berada di bawah pemerintahan umat Muslim karena pemimpin sebelumnya sangat opresif. Usman tidak sepopuler khalifah-khalifah sebelumnya, meskipun pencapaiannya mengagumkan. Harga-harga naik dan banyak isu sosio-ekonomi di masanya karena perang yang terus menerus, dan hal ini membuat rakyat marah. Ditambah, Usman dituduh melakukan nepotisme karena memberikan posisi penting kepada salah satu keluarga Umayya dan pencemaran agama terbukti salah setelah kematiannya. Karena kurang dikenal, ditambah penolakannya untuk melawan pemberontakan dengan kekuatan militer yang sebenarnya mudah dilakukan dengan alasan tidak ingin membunuh sesama muslim, kemudian berujung pada kematiannya. Peta Fitnah PertamaAl Ameer son CC BY-SA Khalifah Usman dibunuh di rumahnya sendiri, pada 656 M, oleh seorang tentara pemberontak dari wilayah pasukan Fustat Mesir. Ia sedang membaca Al-Qur'an saat dibunuh. Istrinya, Naila, berusaha menyelamatkannya tapi gagal sempat berusaha mencabut pedang yang menancap dengan tangan kosong tapi jarinya terluka. Secara politik Usman lemah, namun dia adalah orang yang jujur dan lembut. Sepupunya, Muawiyah, menawarkan perlindungan penuh di Syria, tapi Usman tidak ingin meninggalkan Madinah, tempat dimana Nabi memijakan kaki dan tinggal hingga kematiannya. Khalifah Ali 656-661 M Ali, yang menjadi bayang-bayang pendahulunya Ali menjadi penasihat pemerintahan pada saat itu, akhirnya menjadi khalifah selanjutnya, namun kesatuan Muslim telah mati bersama Usman. Muawiya, yang saat ini menjadi pemimpin suku Umayyah, ingin membalas dendam kematian Usman, namun Ali gagal mengadili kematian pendahulunya, akibatnya rakyat gelisah dan tidak stabil Ali ingin mengembalikan kesatuan terlebih dahulu. Tidak tahan dengan ketidakadilan, Muawiyah dengan beberapa tokoh muslim lainnya memulai pemberontakan; perang saudara pertama dalam islam – Fitnah Pertama 656-661 M dimulai. Pada 656 M, Ali menghadapi pasukan yang dipimpin Aisyah, istri termuda Nabi Muhammad, di Basra Irak. Walaupun ia memenangkan Perang Jamal dan tidak banyak yang bisa dilakukan di situasi tersebut, namanya tercoreng karena telah menumpahkan darah umat Muslim, hal yang tidak dilakukan oleh Usman. Penaklukan Islam pada abad 7-9Simeon Netchev CC BY-NC-SA Ali berkelana ke Syria, di tahun selanjutnya, ia bertarung melawan Muawiyah dalam Perang Shiffin, yang berujung jalan buntu. Muawiyah menolak kepemimpinan Ali dan didukung oleh Syria, Levant, dan Mesir. Ali membuat kontroversi dengan memindahkan ibu kota dari Madinah ke Kufah, wilayah militer di Irak. Ia gagal sebagai pemimpin; ekspansi kekuasaan dihentikan, dan umat Muslim saling membunuh. Di masa setelah kematianya, Ali dipuja oleh Islam Syiah, namun pada saat ini reputasinya semakin memburuk, bahkan beberapa meninggalkannya. Ketika Ali masih memimpin di Kufa, Muawiyah mendeklarasikan diri sebagai Khalifah di Jerusalem. Pemerintahan Islam punya dua khalifah dalam satu waktu. Keadaan ini berubah ketika Ali dibunuh oleh kelompok ekstrimis bernama Khawarij. Khawarij mulanya adalah pengikut Ali, tapi keputusan Ali untuk berdamai dengan Muawiyah membuat mereka marah. Ali membalas pengkhianatan Khawarij dengan menyerang mereka dengan kekuatan militer penuh. Kemudian kelompok ekstrimis ini merencanakan balas dendam. Mereka membunuh Khalifah ketika beliau memimpin jamaah sholat pada 661 M. Sebagai pemimpin, pencapaian Ali tidak banyak, namun Muslim Sunni dan Syiah sepakat bahwa Ali adalah orang baik dan Muslim yang taat. Pertimbangan-pertimbangan keliru secara fatal di masa pemerintahannya, namun sampai saat ini ia dihormati karena kesalehannya yang teguh, tutur katanya yang bijak, keberaniannya di medan perang, dan diberi julukan Asad Allah, "Singa Allah". Akhir Kaum Khawarij sempat melakukan usaha pembunuhan kepada Muawiyah, namun ia selamat. Muawiyah kemudian membangun Dinasti Umayyah 661-750 M. Kepemimpinan yang timpang di masa Khulafaur Rasyidin diperbaiki, dan Umayyah memimpin dengan tegas pemberontakan dimusnahkan sampai habis dan wilayah yang memberontak diawasi oleh gubernur yang keras namun setia. Para pemimpin Umayyah juga mengenalkan sistem pemerintahan Arab, pada masa ini, kekuatan islam berada di puncaknya. Di samping pencapaian politik dan militer yang tertutupi para penerusnya, Khulafaur Rasyidin tetap dihormati sebagai khalifah-khalifah terbaik sampai saat ini karena kesalehan mereka. Meskipun sistem pemerintahan saat itu tidak stabil, mereka menancapkan pondasi kekhalifahan islami yang bertahan hingga berabad-abad setelah kematian mereka. Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam Masa Khulafaur Rosyidin Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free “PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM DI MASA KHULAFAUR ROSYIDIN”DI SUSUN OLEHDEHENDAR ULIL ALBABalbabulil0 PEMBAHASANA. Abu Bakar Ash-Siddiq1. Biografi dan Pengangkatan sebagai KhalifahAbu Bakar diperkirakan lahir pada tahun 573 M. Nama lengkap beliau adalah AbuBakar bin Abdullah bin Abi Quhafah bin Utsman bin Amr bin Masud bin Taim binMurah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr al-Quraisy at-Tamimi. Garis keturunanyang bertemu dengan Nabi Muhammad SAW pada garis kakeknya yaitu Murrah ibnKa’ab ibn Lu’ai. Ibu Abu Bakar bernama Ummu al-Khair Salma bint Shakr bin Amirbin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim yang membuktikan bahwa kedua orangtuanya berasaldari kabilah Bani Abdul al-Ka’bah adalah salah satu nama Abu Bakar di masa sebelum memelukIslam. Beliau dikatakan memiliki umur lebih muda dari Rasulullah SAW. Selain itu diajuga terkenal dengan sikap beliau yang sangat terpuji dan tidak pernah melakukan hal-hal berbau maksiat..2 Di mata kaum Quraisy, keluarga Abu Bakar dan Rasulullah SAWmerupakan keluarga yang terpandang. Karena memiliki tugas terkait perawatan danpenjagaan Ka’bah yang merupakan peninggalan Nabi Ibrahim As, yang mana disinikeluarga Abu Bakar bertugas mengurusi masalah ganti rugi dan Beliau mendapatkan julukan Abu Bakar atau pelopor pagi hari, karena beliautermasuk orang laki-laki yang masuk Islam pertama kali. Sedangkan gelar As-Shidiqdiperoleh karena di saat peristiwa Isra’ Mi’raj, beliau senantiasa membenarkan semuahal yang dibawa Nabi Abu Bakar dikenal sebagai sahabat yang dekat denganRasul dan selalu siap membela Rasul dalam posisi yang sulit. Dia merupakan salah satuorang yang masuk Islam pertama kali. Hal ini ditimbulkan lantaran sebelum Abu Bakarmengenal Muhammad SAW, beliau telah dikenal menjadi seseorang pemikir yg seseorang pemikir, Abu Bakar mencermati orang Quraisy bahwa penyembahanberhala adalah suatu kebodohan. Sehingga sesudah Nabi Muhammad SAWmendakwahkan agama baru yaitu Islam, dia langsung memeluk agama di Mekkah, beberapa dari kalangan bangsawan Quraisy masuk Islam karenadakwah dari Nabi Muhammad SAW yang juga dibantu oleh Abu Bakar ra. Abu Bakarra tak segan-segan untuk mengeluarkan harta yang ia miliki untuk kepentinganSejarah Peradaban Islam !Sejarah Peradaban Islam""$%$$&'Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam Dari Masa Klasik, Tengah, Hingga Modern!*!+,+-.Sejarah Peradaban Islam&./%$+Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam Dari Masa Klasik, Tengah, Hingga Modern penyebaran agama Islam dan membela umat Islam. Abu Bakar mendampingi NabiMuhammad SAW dalam suka dan duka. Beliau melindungi Nabi dari hinaan danrencana pembunuhan terhadap Nabi. Pada saat Nabi Muhammad sakit dan menjelangwafatnya Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar sering menggantikan Nabi. Dan disaat Nabi Muhammad SAW hidup sampai menjelang wafat, beliau tidakpernah menitipkan pesan dan menunjuk siapa kelak yang akan menjadi pengganti danpenerus atas kepemimpinannya, yang mengakibatkan terjadinya perselisihan antarakaum Muhajirin dan Anshar. Dan setelah melalui beberapa perselisihan dipilihlah AbuBakar untuk menjadi khalifah dari Kamu Masa Pemerintahan Abu Bakar Sebagai Khalifah yang pertama, mengurus masyarakat sepeninggal Nabi menjadiproblem pertama Abu Bakar. Muncul pembangkangan, orang yang tidak maumembayar zakat, bahkan muncul nabi palsu. Untuk mengatasi hal ini, dia memintapendapat dengan para sahabat untuk menentukan tindakan yang harus diambil dalammenghadapi kesulitan yang Mengirim Pasukan UsamahUsamah telah diperintahkan untuk berperang melawan Romawi saat Nabi masihhidup. Tetapi perang itu gagal terjadi dikarenakan pada saat itu Rasulullah wafat danUsamah beserta pasukannya kembali ke MadinahSaat kepemimpinan berganti kepada Abu Bakar, ia berkeinginan untukmelanjutkan rencana Rasul tersebut untuk berperang melawan Romawi. Walaupunkeinginan ini sempat mendapat penolakan dari Umar bin Khattab dikarenakankeadaan kota yang tidak stabil. Tetapi, beliau tetap melaksanakan keinginan tersebutdan hasilnya, Pasukan Muslimin yang dipimpin Usamah mendapatkan sekali korban-korban akibat perang tersebut dan banyak juga rampasanperang yang disita oleh Pasukan b. Memerangi Kaum Riddah, Nabi Palsu dan Orang yang Menolak Membayar Zakat Pada masa awal kepemimpinannya Abu Bakar dihadapkan pada masalah NabiPalsu, kemurtadan dan orang yang tidak mau membayar zakat. Masalah Nabi palsumerupakan masalah yang telah ada saat Rasul masih hidup, tapi tidak begitumelakukan perlawanan yang cukup berarti kepada Rasul. Setelah wafatnya Rasulmereka semakin menjadi-jadi dan mudah menyebarkan pengaruh kepada kaumMuslimin yang belum mempunyai keimanan yang kokoh. Tokoh-tokoh seperti%'012Sejarah Peradaban Islam!34..%5%$6Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam Dari Masa Klasik, Tengah, Hingga Modern5$ Thulaihah di Bani Asad, Musailamah di Bani Hanifah dan di Yaman muncul Al AnsiDzil murtad muncul karena adanya kaum Muslimin yang hanya masukIslam tidak secara sungguh-sungguh, mereka hanya masuk Islam karena pada saatitu Islam yang berkuasa. Sehingga keimanan mereka mudah goyah dengan wafatnyaRasul. Munculnya orang yang tidak mau membayar zakat juga merupakan persoalanyang cukup rumit. Menurut mereka karena kaum Anshar dan Muhajirin telahberselisih paham mengenai kedudukan Khalifah sebagai pengganti Rasulullah sendiri tidak pernah mewasiatkan kepada siapapun untuk menggantikankedudukanya. Oleh karena itu, sangatlah layak bagi kita untuk menentukan jabatanKhalifah bagi golongan mereka masing-masing. Keharusan untuk tunduk kepadaAbu Bakar atau orang lainya tidak terdapat dalam ketentuan Agama dan hanya diperintahkan untuk taat kepada orang-orang yang kita angkat untukmengurusi terjadi perbedaan pendapat di kalangan sahabat tentang tindakan yang akandilakukan dalam menghadapi kesulitan yang memuncak pada masa ini, kelihatankebesaran jiwa dan ketabahan hati Abu Bakar. Seraya bersumpah dengan tegas diamenyatakan akan memerangi semua golongan yang menyimpang dari kebenarantermasuk kaum Muslimin yang murtad. Dari sini, kita dapat mengetahui walaupunAbu Bakar mempunyai sikap yang lemah lembut akan tetapi dia mempunyai prinsipyang kuat dalam mempertahankan Islam dan dia tetap berpegang pada prinsipnyawalaupun terjadi perdebatan di kalangan sahabat. Abu Bakar menyusun strategi peperangan dengan cara menyusun dan membagipasukan Muslim menjadi sebelas divisi yang masing-masing divisi dipimpin olehseorang komandan panglima perang. Diperbolehkan bagi masing-masing pasukanuntuk memilih dan menentukan anggotanya yang dinilai cukup kuat dan tangkasdalam mengemban tugas. Dengan strategi perang tersebut akhirnya kaum yang ingin memisahkan diridengan Islam dapat ditumpas. Dan persatuan Islam dapat dibangun kembali. Inilahpondasi pertama yang telah dibuat oleh Khalifah Abu Bakar untuk perkembanganIslam masa selanjutnya. Pada masa ini belum banyak yang dapat dilakukan oleh Khalifah Abu Bakarmengenai pengelolaan pemerintahan. Hal ini disebabkan oleh banyaknyapermasalahan internal yang harus dihadapi. Bentuk pemerintahan pada masaKhalifah Abu Bakar masih meneruskan seperti apa yang dilakukan oleh Rasul yaitu+ kekuasaan bersifat sentral eksekutif, legislatif dan yudikatif terpusat pada pemimpintertinggi.8c. Pembukuan Al Qur’anIde mengenai pembukuan Al Qur’an berasal dari Umar. Ide ini muncul karenakeprihatinannya terhadap banyaknya penghafal Al Qur’an yang meninggal duniadalam perang Yamamah. Untuk mewujudkan idenya ini Umar melakukan dialog dengan Abu Bakar karenabeliaulah pemimpin tertinggi umat Islam pada saat itu. Pada awalnya Abu Bakartidak setuju dengan ide Umar dengan alasan karena Rasul tidak pernahmemerintahkan untuk membukukan Al Qur’an dan Abu Bakar tidak mau melakukanperbuatan yang tidak dianjurkan oleh Rasul. Setelah terjadi dialog yang cukuppanjang akhirnya kahlifah Abu Bakar setuju dengan ide Umar. Untuk merealisasikan program ini Khalifah Abu Bakar memanggil Zaid binTsabit untuk mengumpulkan Al Qur’an. Pada awalnya Zaid juga tidak setuju denganide ini, dia beralasan seperti yang disampaikan oleh Abu Bakar. Setelah ketiga orangini berdialog akhirnya diputuskan untuk membukukan Al Qur’an dan orang yangdiberi tugas untuk itu ialah Zaid bin Tsabit. d. Dinamika Pemikiran Dalam masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar belum banyak dinamikapemikiran baru yang muncul mengenai masalah-masalah ilmu pengetahuan. Hal inidisebabkan oleh permasalahan internal kaum Muslim dan perluasan wilayah yangmasih sangat sedikit. Ilmu yang berkembang pada masa ini masih didominasi olehperkembangan ilmu-ilmu naqliyah yaitu ilmu-ilmu yang bersumber pada Al Qur’anatau dalil naql Umar bin Khattab1. Biografi dan Pengangkatan sebagai KhalifahNama lengkapnya adalah Umar bin Khaththab bin Nafil bin Abd al-Uzza bin Rabahbin Ka’ab bin Luay al- Quraisy. Silsilah Umar bertemu dengan Rasulullah pada kakekketujuh, sedangkan dari pihak ibunya pada kakek keenam. Umar dilahirkan di Makkahempat tahun sebelum perang Fijar, tetapi menurut Ibn Atsir dia dilahirkan tiga belastahun sesudah kelahiran Rasulullah Hal ini berarti beliau lebih muda tiga belastahun dari Nabi Muhammad Dia fasih berbicara, tegas dalam menyatakanpendapat dan membela yang !Sejarah Peradaban Islam% Umar masuk Islam pada tahun kelima dari kerasulah Nabi Muhammad Setelahmasuk Islam dia menolak menyembunyikan ke-Islamannya. Dalam sebuah hadits Rasulullah pernah berdo’aYa Allah muliakanlah Islam dengan salah seorang dua lelaki ini, yaitu Amr bin Hisyam dan Umar bin Nab Doa Nabi Muhammad dikabulkan Allah dengan Islamnya dengan Islamnya Umar, masuk Islam pula paman Nabi Hamzah ibn AbdulMuththalib. Sebelum masuk Islam Umar dikenal paling gigih menantang dakwah Nabiketika disampaikan kepadanya adiknya Fatimah beserta suaminya telah masuk Islamdia sangat marah dan pergi ke tempat adiknya dengan emosi yang meluap-luap diamenampar adiknya yang sedang belajar al-Qur’an dan membaca pangkal surah Taha,tetapi dia kemudian terharu dengan bacaan ayat al-Qur’an tersebut, karenanya diamenemui Nabi untuk menyatakan diri masuk Islam. Ketika Abu Bakar sakit, diamemperhatikan sahabatnya, siapa di antara mereka yang sesuai diangkat menjadikhalifah, “yang tegas tidak kejam dan yang lembut tidak lemah”. Dia mendapatkankriteria pilihannya itu, di antara dua sahabat, yaitu antara Umar bin Khaththab dan Alibin Abi Thalib. Tetapi kemudian pilihannya jatuh kepada Umar. Ketika pilihannya jatuhkepada Umar, dia pun mengundang para sahabat untuk bermusyawarah perihal pilihanitu. Abdurahman bin Auf meminta pendapat Abu Bakar agar mengemukakan alasanmemilih Umar. Abu Bakar berkata “Dia adalah seorang yang berhati lembut”.Abdurrahman berkata “Demi Allah! Dia lebih utama dari apa yang engkau kira”.Kemudian Abu Bakar mengundang Utsman dan berkata Ceritakan kepadaku!Penilaianmu kepada Umar. Utsman menjawab Sungguh sepengetahuanku bahwahatinya lebih baik dari apa yang ditampakkan oleh perilaku anggota badannya. Ditengah kita, dia tidak ada duanya. Kemudian Abu Bakar meminta pendapat Asid bin Hudhair al-Anshari dan mengajakmusyawarah Sa’id bin Zaid dan yang lain dari kalangan Muhajirin dan Anshar tentangpenilaian mereka terhadap Umar, ternyata semuanya menyanjungnya. Setelah AbuBakar bermusyawarah dengan mereka, lalu beliau pun memanggil Utsman bin Affanuntuk menuliskan bahwa Umar adalah pengganti dirinya, menjadi khalifah Masa Pemerintahan Umar bin Khattaba. Kebijakan Strategis Umar bin KhattabSetelah tonggak kepemimpinan kaum Muslimin ada ditangannya, Umar mulaimelakukan perluasan wilayah dengan cara melakukan penyerangan kepada negeriyang dulu masih dikuasai non Muslim. Di masa pemeritahan Umar keadaan bala7.%,56% tentara Islam telah jauh lebih kuat dari pada laskar bangsa Romawi yaitu setelahmereka mendapat kemenangan yang gemilang pada pertempuran Ajnadan. Umarmengirimkan pasukan untuk menyerbu Persia di bawah kepemimpinan panglimaSa’ad Abi Waqash. Pasukan ini berhasil merebut Persia dari tangan kerajaankeluarga Sasan yang sudah berkuasa kira-kira 4 abad lamanya. Setelah perang iniekspansi Islam terus berjalan hingga dapat menguasai Mesir, Iskandariah, Akka,Yaffa, Kizzah, dan lain sebagainya. Umar dikenal sebagai Khalifah yangmenerapkan Negara Modern atau Daulah Islamiyah. Dia membagi negara terdiri dariprovinsi-provinsi yang berotonomi penuh. Kepala pemerintahan provinsi bergelarAmir, disetiap provinsi tetap berlaku adat kebiasaan setempat selama tidakbertentangan dengan aturan pusat. Para Amir Gubernur provinsi dan para pejabatdistrik sering diangkat melalui pemilihan. Agar mekanisme berjalan dengan lancar dibentuk organisasi Negara Islam yangpada garis besarnya sebagai berikut 1 An Nidham as Siyasi organisasi politik yang mencakup a Al Khilafat, terkait cara memilih khilafah b Al Witariat, terkait yang bertugas membantu khalifah dalam urusanadministrasi pemerintahan c Al Kitabat, terkait dengan pengangkatan pejabat negara 2 An Nidham Al Idasy, organisasi Tata Usaha atau administrasi Negara 3 An Nidham Al Harby, organisasi ketentaraan pertahanan Negara 4 An Nidham Al Maly, organisasi keuangan Negara 5 An Nidham Al Qadla’i, organisasi kehakiman yang meliputi masalah-masalahpengadilan banding dan pengadilan damai. b. Ijtihad Pada masalah ijtihad ternyata Khalifah Umar telah mencontohkan denganmelakukan ijtihad tentang hukum Islam. Ijtihad hukum yang mencakup 1 Tidak melaksanakan hukuman potong tangan terhadap pencuri demimembebaskan dirinya dari kelaparan 2 Menghapuskan bagian zakat bagi para mualaf orang yang dibujuk hatinya karenabaru masuk Islam 3 Menghapuskan hukum Mut’ah kawin sementara yang sebelumnyadiperbolehkan. 4 Inti dari semua perubahan peraturan-peraturan pemerintahan adalah untukkepentingan dan kemaslahatan umat Islam. Khalifah Umar telah benar-benarmengajarkan kepada kita, bahwa sebenarnya hukum Islam tidak kaku dan harusdimaknai sama dalam setiap zaman. Hukum Islam bersifat fleksibel artinya setiapzaman dapat melakukan ijtihad, asalkan ijtihad yang dilakukannya itu tidakmenyalahi Al Qur’an dan Hadis. 6 c. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Semakin bertambah luasnya daerah kekuasaan Islam mulailah muncul beberapapermasalahan. Antara lain mengenai cara pembacaan Al Qur’an, penafsiran, dandialeknya. Berdasarkan masalah ini maka Khalifah Umar dan para sahabat lainmulai berpikir untuk memecahkan permasalahan ini. Lahirnya Ilmu Qira’at erat kaitannya dengan membaca dan mempelajari AlQur’an. Terdapatnya beberapa dialek bahasa dalam membaca Al Qur’an,dikhawatirkan akan terjadi kesalahan dalam membaca dan memahaminya. Olehkarena itu diperlukan standarisasi bacaan dengan kaidah-kaidah tersendiri. Apalagibahasa Arab yang tidak bersyakal tentu menimbulkan kesulitan dalam mempelajari bacaan dan pemahaman Al Qur’an Khalifah Umar telahmengutus Mu’adz ibn Jabal ke Palestina, Ibadah ibn As Shamit ke Hims, Abu Darda’ke Damaskus, Ubai ibn Ka’ab, dan Abu ayub tetap di ilmu lain juga mulai terlihat pada masa ini. Seperti ilmu Hadis,Nahwu, ilmu fiqih, dan ilmu ilmu hadis memang belum begituterkenal pada masa ini hanya saja baru mulai menjadi isu yang berkembang dikalangan sahabat pada masa itu. Pembukuan Al Qur’an pada masa Khalifah Umar, mushaf Al Qur’an berada dibawah pengawasannya. Sepeninggal Umar, mushaf itu disimpan di rumah Hafsahbinti Umar, isteri Rasulullah. d. Perkembangan Sastra Masyarakat Arab sangat dekat dengan masalah sastra. Bahkan pada masa praIslam dunia kesusatraan Arab sudah mengalami kemajuan. Masyarakat Arab sangatsenang terhadap karya sastra. Sehingga Al Qur’an tidak hanya berisi tentang firmanAllah yang bersifat formal tapi juga terdapat karya sastra yang mengagumkan didalamnya. Seperti Umru’ul Qays yang merupakan seorang pujangga Arab Jahiliyah, iamampu menggambarkan hal-hal yang bersifat abstrak menjadi konkrit, hinggaseakan-akan dapat diraba Dalam sejarah sastra Arab, diketahui bahwa mereka mempunyai kegiatan rutinyang disebut sebagai aswaaaq adabiyah pasar sastra dimana mereka salingmengekspresikan dan menunjukan karya sastra tinggi yang tidak diragukan lagi akanfashohah dan balaghahnya. Al-balaghah pada zaman Jahiliyah belum dikenalsebagai sebuah disiplin ilmu yang sudah matang dan mempunyai nustholahat yangterdefenisi dengan jelas. Setelah Islam datang, maka perhatian masyarakat Arab akan2&.89'' ;' 3' ;9"9&' ;' '';1'1Al-Maqoyis?! !+ fashohah dan balaghah semakin tumbuh dan berkembang, hal ini tidak lain karenaal-Qur an sebagai kitab suci Umat Islam sangat indah dan dengan gaya bahasa yang‟membuat masyarakat Arab tercengang dan kagum akam keindahan gaya membuktikan bahwa sebelum masa Umar bin Khattab terlebih Abu Bakar,masyarakat Arab sudah mengenal erat dengan sastra seperti Pada masa Khalifah Umar puisi tidak bisa lepas dari masa Rasul dan masajahilyah. Aroma struktural kata dalam puisi sangat terpengaruh oleh Al Qur’ tertuang dalam dua bentuk yaitu Khitabah bahasa pidato dan Kitabahbahasa korespondensi. e. Perkembangan Arsitektur Dalam Islam dunia arsitektur dimulai dengan dibangunnya masjid. Masjid selainsebagai tempat ibadah juga difungsikan sebagai tempat untuk proses pembelajarandan pusat kegiatan kaum Muslimin. Beberapa masjid telah dibangun pada masaUmar, diantaranya Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al Atiq. KhalifahUmar melakukan perbaikan dan pembangunan masjid-masjid ini 1 Masjidil haram, Khalifah Umar mulai memperluas masjid yang pada masaRasulullah masih amat sederhana 2 Masjid Madinah Nabawi, Khalifah Umar memperluas masjid ini 17 H. denganmenambah bagian selatan 5 meter dan bagian utara ditambah 15 meter, pintumenjadi 3 buah. 3 Masjid Al Atiq, masjid yang pertama kali dibangun di Mesir 21 H, terletak diutara benteng Babylon, berukuran 50x30 hasta. Masjid ini tidak bermihrab,mempunyai tiga pintu, dilengkapi dengan tempat berteduh bagi para mufasir. Selain Masjid juga mulai dibangun kota-kota, diantaranya 1 Basrah dibangun tahun 14-15 H dengan arsiteknya Utbah ibn Ghazwah, dibantu800 pekerja. Khalifah Umar sendiri yang menentukan lokasinya, kira-kira 10 mildari sungai Tigris. Untuk memenuhi kebutuhan air penduduk, dibuatlah saluran airdari sungai menuju ke kota. 2 Kufah dibangun di bekas ibu kota kerajaan Arab sebelum Islam, Manadzir, sekitar2 mil dari sungai Efhart 17 H. Pembangunanya dipercayakan kepada Salman AlFarisi dan kawan-kawan. Arsitek Persia ini memperoleh pensiunan selamahidupnya. 3 Fusthat, dibangun pada tahun 21 H. Kota ini dibangun karena Khalifah Umar tidakmenyetujui usul Amr bin Ash untuk menjadikan Iskandariyah sebagai ibu kotaprovinsi Mesir, dengan alasan karena sungai Nil membatasi kota tersebut denganMadinah sehingga akan menyulitkan hubungan dengan pemerintah pusat.$7.+6, Dibangun di sebelah timur sungai Nil, dilengkapi dengan bangunan-bangunanutama sebuah Utsman bin Affan1. Biografi dan Pengangkatan sebagai KhalifahNama lengkapnya Utsman bin Affan bin Abu al-Ash bin Umayah bin Abd al-Syamsbin Abd al-Manaf bin Qushai. Lahir pada tahun kelima dari kelahiran Rasulullah ada yang mengatakan dia lahir pada tahun keenam sesudah tahun gajah. Utsmanmasuk Islam melalui Abu Bakar dan dinikahkan Nabi dengan puterinya Rukaiyah binMuhammad Utsman tercatat sebagai orang yang pertama memimpin hijrahbersama isterinya ke Habsyi untuk kemudian hijrahpula ke Madinah. Perlu dicatatbahwa Utsman selalu ikut dalam berbagai perang, kecuali perang Badar, karena diasibuk menemani dan merawat isterinya Rukaiyah yang sedang sakit sampai wafat dandimakamkan pada hari kemengan kaum muslimin. Kemudian Utsman dinikahkanRasulullah dengan puterinya Ummu Kalsum, itulah sebabnya dia terkenal orang yang pandai menjaga kehormatan diri, pemalu, lemahlembut, budiman, penyabar, dan banyak berderma, pada waktu perang Tabuk, atasajakan Rasulullah, dia berderma sebanyak 950 kuda dan bahan logistik, ditambah uangsebanyak 1000 dinar. Dia sanggup membeli sumur seorang Yahudi seharga dan disedekahkan kepada kaum muslimin. 15Pada saat pemilihan khalifah selanjutnya yang akan menggantikan Umar bin Khattabterjadi perselisihan antara Bani Hasyim dan Bani Umayah, yang mana dari duaketurunan itu terwakili dalam diri Ali dan Usman yang merupakan calon hasil sidang dan pendapat yang dipimpin oleh Abd. Rahman makaditetapkanlah Utsman sebagai khalifah dalam usia 70 tahun untuk menggantikan Umarbin Khattab yang telah wafat. Dipilihnya Utsman karena 3 pertimbangan yaitu dalamhal senioritas, kejenuhan akan kepemimpinan Umar yang disiplin, dan sulitnya menarikjabatan khalifah dari Ali sebagai keluarga Masa Pemerintahan Utsman bin AffanPada masa awal pemerintahan Usman Islam mengalami kejayaan, berkat kelihaianUmar dalam memimpin. Tidak banyak hal yang dilakukan oleh Usman, beliau hanyamelanjutkan program-program yang direncanakan oleh Umar. Hal ini disebabkankarena pada saat terpilih Usman sudah memasuki usia senja. +Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam Dari Masa Klasik, Tengah, Hingga Modern%5$ !Sejarah Peradaban Islam+%7. Saat baru pertama kali menjabat Usman sudah dihadapkan pada permasalahanpemberontakan. Ada sebagian daerah kekuasaan Islam yang menginginkan untukkembali ke orde lama, yaitu sebelum dikuasai oleh Islam. Selain itu Khalifah juga melakukan perluasan wilayah hingga mencapai lautan,sehingga dia mendirikan angkatan laut. Hal ini dianggap oleh masyarakat akanmenambah beban bagi masyarakat. Hal lain yang dilakukan Khalifah Usman ialah membangun sebuah bendungan besaruntuk melindungi Madinah dari bahaya banjir dan mengatur persediaan air untuk kotaitu. Dia juga membangun jalan, masjid, jembatan, rumah tamu di berbagai wilayah danmembangun Masjid Nabawi. Usman dikenal sebagai tokoh yang dermawan, sehingga tipe kepemimpinan yangdia perlihatkan terkesan longgar. Sehingga praktek korupsi mulai ada pada zaman ini,yaitu penggunaan dana Baitul Mal yang tidak sesuai dengan ketentuannya. Hal inimenyebabkan Baitul Mal mengalami kerugian. Selain itu praktek nepotisme mulaiterjadi pada masa ini. Usman mengangkat kerabat dekatnya sebagai pejabat teraspemerintahannya, padahal orang-orang yang dia angkat tidak memiliki kapasitas untukmenjalankan tugasnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perlawanan oleh orang-orang yang tidaksetuju dengan kebijakan Usman ini. Perpecahan semakin menjadi-jadi di kalanganinternal pemerintahan Usman yang menyebabkan ilmu pengetahuan tidak berkembang,begitu pula dengan bidang ijtihad. Sehingga menyebabkan kemunduran pemerintahanKhulafaur Rasyidin. Di masa pemerintahan Usman ibn Affan, timbul perbedaan cara membaca Al Qur’anqira’ah di kalangan umat Islam. Ini disebabkan sikap Rasul yang memberikelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab untuk membaca dan menghafalkan Al Qur’ansesuai dengan dialek mereka masing-masing. Seiring dengan semakin luasnya daerahkekuasaan Islam maka perbedaan dialek yang terjadi semakin parah. Sehingga Usmanmembuat keputusan untuk membukukan Al Qur’an. Untuk itu Usman membentuk suatu lajnah panitia yang diketuai oleh Zaid binTsabit. Tugas utama lajnah adalah menyalin mushaf yang disimpan oleh Hafsah danmenyeragamkan dialeknya, yaitu dialek Quraisy. Setelah selesai mushaf dikembalikankepada Hafsah, Zaid membuat salinan sejumlah 6 buah. Khalifah menyuruh agarsalinan ini dikirim ke beberapa wilayah Islam. Naskah yang lain diperintahkan untukdibakar sehingga keotentikan kitab suci Al Qur’an dapat terpelihara. Mushaf yangsudah diseragamkan dialeknya itu disebut Mushaf Usmani. Salah satunya disimpan oleh Khalifah Usman, dinamakan Mushaf Al Imam, yang lain dikirim ke Mekah,Madinah, Basrah, Kufah dan Syam atau Ali bin Abi Thalib1. Biografi dan Pengangkatan sebagai KhalifahNama lengkapnya adalah Ali bin Abi Thalib bin Abd al-Muththalib bin Hasyim binAbd al-Manaf bin Luay bin Kilab bin Qushai. Dia dilahirkan di Makkah sepuluh tahunsebelum kerasulan Nabi Muhammad Ibunya bernama Fathimah binti Asad binHasyim bin Abd Thalib dikenal mempunyai banyak anak. Ketika Makkah dilanda paceklik,Rasulullah mengajak pamannya Abbas untuk bersama-sama meringankan beban AbuThalib dengan mengasuh sebagian di antara anaknya. Mereka berdua mendatangi AbuThalib untuk menawarkan bantuan kepadanya, tawaran tersebut diterima Abu mengambil Ja’far dan Rasulullah mengambil Ali. Ali adalah orang pertama yangmasuk Islam dari kalangan anak-anak, pada saat itu umurnya belum genap berusia tigabelas tahun. Ali adalah orang yang tidur di tempat Nabi, waktu malam beliau hijrah dariMakkah ke Yatsrib dan menyusul Nabi ke Yatsrib setelah menunaikan segala amanahyang dipercayakan Nabi kepadanya. Ali dinikahkan Nabi dengan puterinya Fathimah binti Muhammad pada tahunketiga hijrah, saat itu usia Ali dua puluh enam tahun. Dari hasil pernikahan itu, merekadikurnia Allah dua orang patera, yaitu Hasan dan Husein. Ali bersama Rasulullahturut dalam semua perang yang diikuti Nabi, kecuali hanya perang Tabuk yang tidakdapat diikuti Ali, karena saat itu dia dipercayakan Nabi menggantikan beliau diMadinah. Ali terkenal ahli menunggang kuda dan sebagai seorang pemberani. AbuBakar dan Umar telah menjadikan Ali sebagai anggota musyawarah dalam berbagaiurusan penting, mengingat Ali adalah seorang faqih dalam agama, di samping sebagaiorang yang pemberontak menguasai Madinah dan orang-orang Bani Umayyah banyakyang meninggalkan ibu kota itu, di antaranya Marwan bin Al-Hakam yang berhasilmenyelundupkan baju Utsman yang berlumuran darah ke Makkah. Kaum pemberontakmendesak Ali supaya bersedia diangkat menjadi khalifah, tetapi ditolaknya, dan diamenegaskan bahwa masalah itu bukanlah urusan mereka, tetapi urusan para pejuangperang Badr. Mana Thalhah, Zubeir, dan mana Sa’ad, tanya Ali kepada mereka. Karenaditolak Ali, mereka kemudian meminta kesediaan Sa’ad bin Abi Waqqash danAbdurrahman bin Auf. Tetapi masing-masing dari mereka juga menolak. 6Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam Dari Masa Klasik, Tengah, Hingga Modern$5$+ Kaum pemberontak kembali mendesak Ali supaya bersedia diangkat menjadikhalifah. Ali akhirnya menerima jabatan itu dengan ketentuan dia diberi kesempatanmemerintah sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul. Ia memangku jabatan khalifahitu mulai 24 Juni 656 M. atau tahun 35 H. dalam usia 58 tahun. Tidak seorang pun diantara sahabat terkemuka yang sanggup menerima jabatan khalifah dalam menghadapisuasana pancaroba seperti itu. Tetapi juga mereka tidak mau memberikan bai’at kepadaAli seperti sa’ad bin Abi Waqqash, Abdullah bin Umar, Zaid bin Tsabit, dan Abu Sa’idal-Khudri. Dari fakta di atas membuktikan bahwa Ali tidak mendapat pengakuan dari beberapasahabat penting di Madinah, ditambah lagi dari penduduk wilayah Syam. Maka tidakmengherankan kalau dikatakan bahwa pemerintahan Ali inilah yang paling tidak dihadapkan pada konflik berkepanjangan dari awal sampai akhir pemerintahanbeliau. Konflik dengan Aisyah, Muawiyah, dan dengan bekas anak buahnya al-Khudri Bek, yang menjadi penyebab utama tidak stabilnya keadaan di masapemerintahan Ali karena Ali terlalu percaya diri dan memandang hanya pendapatnyasaja yang benar. Hampir tidak ada jarang dia bermusyawarah dengan orang-orangbesar Quraisy dalam urusan penting sekalipun. Malahan ia terlalu keras terhadap orang-orang besar Quraisy itu. Selanjutnya maha guru itu berkata membandingkan Umar yangkeras dengan Ali yang juga keras “Umar dahulu keras, tetapi dia didukung rakyat, Alibertindak keras tetapi rakyat menentangnya”, karena Umar selalu bermusyawarahsedang Ali tidak. Pernah Thalhah dan zubeir mencela sikap Ali yang seperti itu, dan Alimenjawab “Apakah yang tidak saya ketahui sehingga saya harus bermusyawarah”?.Berdasarkan fakta di atas, nampaknya Ali ditinggal para pembesar Quraisy bahkanpengikut setianya sekalipun memisahkan diri dari dia, kemudian menjadi kelompokKhawarij. Dia berperang dengan Aisyah, isteri Nabi yang didukung Thalhah danZubeir, kemudian dengan Muawiyah, gubernur Masa Pemerintahan Ali bin Abi ThalibPada masa awal pemerintahan Ali sudah muncul berbagai faksi dalam internalmasyarakat Islam. Ada yang mendukung Khalifah Ali dan ada pula yang tidakmendukungnya salah satunya Bani Umayah. Karena mereka takut jika mendukung Alimereka tidak akan mendapatkan jabatannya lagi dan akan diberangus karena Alidikenal sebagai orang yang tegas. Sebagai Khalifah ke empat, Ali bin Abi Thalib meneruskan cita-cita Abu Bakar danUmar. Dia mengikuti dengan taat prinsip-prinsip Baitul Mal dan memutuskan untuk !Sejarah Peradaban Islam,5,$$ mengembalikan semua tanah yang diambil alih oleh Bani Umayah ke dalamperbendaharaan negara. Dua kebijakan Ali pada masa awal kepemimpinanya a. Memecat kepala-kepala daerah yang diangkat Usman dan mengangkat penggantisesuai dengan pilihannya sendiri b. Mengambil kembali tanah-tanah yang dibagikan kepada kerabat Usman tanpa jalanyang sah, demikian juga hibah atau pemberian Usman kepada siapapun yang tiadaberalasan. Tidak banyak lagi kebijakan yang ada pada masa pemerintahan Ali karena diadisibukkan dengan pemberontakan dari dalam. Dan timbul tuduhan bahwa Ali terlibatdalam konspirasi pembunuhan Usman. Sehingga timbul peperangan, pertama PerangJamal yaitu antara Ali dengan Aisyah, Thalhah, dan Az Zubair, merupakan pertempuranpertama antara sesama Muslim. Selanjutnya terjadi Perang Shiffin di tepi sungai Tigris yang membuat posisi Alisemakin terpojok. Dalam Perang Shiffin tersebut tentara Ali terpecah menjadi dua,golongan yang keluar dari Ali disebut golongan Khawarij dan timbulah perang segitigaantara kelompok Ali, Mu’awiyah, dan Khawarij. Akhirnya Ali meninggal dalampertempuran ini, dan merupakan akhir dari Khulafaur Penyempurnaan Bahasa ArabPada masa ini Bahasa Arab dilakukan penyempurnaan oleh Khalifah Ali bin AbiThalib. Dikarenakan pada saat itu banyak sekali sahabat yang salah dalam hal bacaan danbahkan hal ini sampai membuat Khalifah Umar menjadi marah. Pada masa Khalifah Ali,hal ini menjadi perhatian yang harus dipecahkan. Ia merasa tertarik untuk mengatasimasalah ini yang dimana Khalifah Ali dibantu oleh sahabatnya yaitu Abu Aswad ini berawal ketika Abu Aswad mendatangi Khalifah Ali dan ia melihat Khalifahsedang membawa ruq’ab. Adapun itu dikarenakan Ali sedang memikirkan solusi terhadapabahasa Arab yang sudah mulai rusak oleh lisan orang hamra’. Dan pada saat itu pula AbuAswad melihat tulisan yang ada pada Ali tersebut tentang pembagian kalam isim, fiil, danhuruf. Lalu Ali meminta kepadanya untuk membuat kaidah nahwu seperti itu. Abu Aswadpun pulang ke rumah dan seketika mendapatkan ide saat mendengar anaknya salah dalamsebuah pengucapan. Dengan kejadian itu, kaidah nahwu yang dibuatnya adalah babta’ajub, kemudian ditambahkan dengan kaidah lain seperti Inna wa akhwatuha, Khannawa akhwatuha dan seterusnya. Dan berasal dari pula sebutan untuk ilmu yang membahasmasalah i’rab disebut dengan ilmu Pemikiran Dan Peradaban Islam Dari Masa Klasik, Tengah, Hingga Modern$+5$!=87 ..=1!>SOSIO-RELIGIA,5$+ PENUTUPA. KESIMPULANPada masa ini, pemimpin dipilih berdasarkan musyawarah dan pemimpin tersebutdinamakan Khalifah. Hal ini dilakukan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW guna mengisi kekosongan pemerintahan. Khalifah pertama yaitu Abu Bakar yang dipilihmelalui pertemuan saqifah. Dan pada masanya ia harus berhadapan dengan beberapamasalah seperti munculnya nabi palsu, kelompok yang tidak mau membayar zakat danmunculnya kaum yang ingin murtad. Dan terjadi pula perang Yamamah guna melawanhal-hal kedua yaitu Umar bin Khatab yang dipilih oleh Abu Bakar saat ia sakitmenjelang ajalnya. Pada masa pemerintahannya, Umar mengusulkan untukmembukukan/mengumpulkan mushaf Alquran melanjutkan program Abu Umar wafat, maka dipilih lah Utsman bin Affan sebagai Khalifah masa beliau banyak kebijakan yang tidak disukai oleh kaumnya seperti menjadikankeluarganya sebagai pejabat. Dan pada masa ini pula dilakukan pembukuan Alquranmenjadi Ali bin Abi Thalib menjadi pemimpin menggantikan Utsman bin Affan. Padamasa ia memerintah banyak sekali terjadi perang dan konflik dikarenakan banyaknyafitnah-fitnah yang merajalela. Tetapi pada masa ia juga muncul lah pertama kali Ilmunahwu yang dibantu oleh sahabatnya yaitu Abu Aswad ad Duali.% DAFTAR PUSTAKAKojin. “Ilmu Nahwu dan Perkembangannya Sebuah Kajian dengan Pendekatan Historis.” SOSIO-RELIGIA 8 2009 Muh. Alif, Rochanah, Suyatmi, Ari Fajar Isbakhi, Kuni Adibah, Syifaun Nikmah,Fatoni Achmad, et al. Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam Dari Masa Klasik, Tengah, Hingga Modern. Yogyakarta Qoulun Pustaka, Faisal. “SELAYANG PANDANG PERKEMBANGAN BALAGHAH Telaah Kritis terhadap Sejarah Perkembangan Balaghah.” Al-Maqoyis Vol. 2. No. 2 2014 Syamruddin. Sejarah Peradaban Islam. Riau Yayasan Pusaka Riau, Kartika. Sejarah Peradaban Islam. Bangka Belitung Shiddiq Press, Ahmad and Hasmi Fadhillah. Sejarah Peradaban Islam. Yogyakarta Deepublish Publisher, Siti. Sejarah Peradaban Islam. Medan Perdana Publishing`, 2016. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. Dadanby - Kepemimpinan model gaya kepemimpinan Khulafaur Rasyidin berbeda-beda sesuai dengan karakter pribadi masing-masing dengan situasi masyarakatnya. Pada masa Abu Bakar, Beliau dikenal dengan khalifaturrosul yaitu pengganti rosul sebagai pemimpin agama dan pemerintahan sedangkan dimasa Umar bin Khattab beliau lebih dikenal dengan sebutan Amirul Mukminin. Pemerintahan Khulafaur Rasyidin merupakan salah satu model gaya kepemimpinan yang patut dicontoh oleh para pepimpin Islam selanjutnya. Pada saat empat khalifah khulafaur rasyidin memimpin umat Islam, kondisi umat Islam benar-benar berada dalam naungan agama yang benar karena berawal dari kepemimpinan yang baik dan Model Kepemimpinan Abu Bakar Shidiq Semasa kepemimpinanya yang singkat, beliau memprioritaskan penyelesaian problem dalam negeri. Beberapa kelompok berusaha melepaskan diri dari jama'ah Islam. Mereka mengganggap setelah Nabi Muhammad saw meninggal maka berakhir pulalah kekuasaan Islam terhadap mereka. Selain itu beberapa orang mengaku sebagai nabi. Juga ada yang menolak membayar zakat. Terhadap ketiga pembelot tersebut, Abu Bakar ash-Shiddiq memutuskan untuk memerangi mereka. Pusat kekuasaan bersifat sentral, segala keputusan ada di tangan Khalifah Abu Bakar. Walaupun begitu, Beliau selalu mengadakan musyawarah dengan para sahabatnya sebelum memutuskan sesuatu. Seperti keputusan untuk memerangi orang yang tidak membayar zakat. Terjadi musyawarah dengan Umar bin Khattab dan alasan Abu Bakar, bahwa tidak ada yang memisahkan antara shalat dan zakat. Disisi lain beliau menerima alasan para sahabat pada masalah penulisan al-Qur’an. Beliau beralasan bahwa Nabi Muhammad saw tidak pernah mencontohkannya. Tapi setelah mendengar pendapat para sahabat bahwa penulisan itu untuk kemaslahatan umat maka beliau menerimnya. Abu Bakar menunjuk langsung Umar bin Khattab sebagai penggantinya dengan mempertimbangkan situasi politik yang ada. Beliau khawatir kalau pengangkatan melalui proses pemilihan seperti pada masanya akan memperkeruh situasi politik. Selain itu agar pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Islam akan terhambat. 2. Model Kepemimpinan Umar bin Khattab Pada Masa Khalifah Umar bin Khattab, beliau memproklamirkan Amirul Mukminin. Beliau memprioritaskan perluasan Islam. Perluasan Islam mencapai sepertiga dunia. Islam bisa tersebar sampai ke daratan eropa. Ketegasan dan kebijkasanaan membawa Islam menjadi kekuatan yang diperhitungankan. Posisi Islam menyamai kekuatan besar yaitu romawi dan persia. Khalifah Umar bin Khatab menerapkan sistem administrasi pemerintahan yang di adopsi dari Persia. Administrasi pemerintahan mengatur delapan wilayah provinsi yaitu Mekkah, Madinah, Syiria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa Departemen didirikan untuk mengatur gaji dan pajak tanah sehingga berdiri Bait al Mal. Dalam merapikan sistem admnistrasi, Beliau menerapkan kalender hijriah. Penanggalan ini dimulai berdasarkan hijrahnya Nabi Muhammad saw ke Madinah, dan bulan Muharram merupakan sebagai awal untuk bulan kalender Hijriyah. Dalam proses peralihan kepemimpian, Umar bin Khattab tidak menggunakan cara yang dilakukan oleh Abu Bakar. Beliau lebih memilih tim formatur yang terdiri dari 6 orang sahabat nabi. Tugasnya untuk memilih diantara mereka sebagai penggantinya. Melalui proses persidangan tim formatur terpilihlah Utsman bin Affan sebagai Khalifah. 3. Model Kepemimpinan Utsman bin Affan Model kepemimpinan Umar bin Khatab dilanjutkan oleh Utsman bin Affan. Beliau mengembangkan Islam ke beberapa daerah yang belum tercapai pada masa Umar bin Khattab. Perbedaan karakter Utsman dengan Umar bin Khattab menimbulkan model kepemimpinan yang berbeda. Karakter Utsman yang lembut lembut berbeda dengan karakter Umar yang tegas dan keras. Hal ini menimbulkan keecewaan umat Islam. disamping itu Utsman bin Affan diangkat usia 70 tahun. Sehingga beliau memimpin umat Islam sedikit lemah. Kebijakan yang paling disorot adalah kebijakannya pada pengangkatan kerabat keluarganya menduduki jabatan penting. Seperti gubernur-gubernur di daerah kekuasaan Islam berasal dari kerabat dekat. Selain perluasan Islam, Utsman memperhatikan pembangunan dalam kota seperti membangun bendungan pencegah banjir, jalan-jalan, jembatan, masjid, dan perluasan masjid nabawi. Beliau memperluas daya tampung masjid Nabawi yang dibangun pada zaman Nabi Muhammad saw. Pada masalah suksesi kepemimpinan, Utsman bin Affan tindak meningggalkan pesan. Beliau meninggal terbunuh dalam peristiwa berdarah ketika beliau sedang membaca al Qur'an. Hal itulah yang memperburuk situasi politik setelah meninggalnya Khalifah Utsman bin Affan di usia 83 tahun. 4. Model Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib Ali bin Abi Thalib melanjutkan kepemimpinan Utsman bin Affan dalam kondisi tidak stabil. Pengangkatan Ali bin Abi Thalib disetujui oleh mayoritas umat Islam. tapi sebagian pro muawiyah menolak kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Beliau menghadapi situasi yang berbeda dengan zaman Abu Bakar dan Umar. Dimana Umat Islam pada masa Abu Bakar dan Umar masih bersatu, mereka memiliki banyak tugas yang harus dituntaskan seperti perluasan wilayah Islam. selain itu kehidupan sosialnya masih sangat sederhana dan belum banyak terpengaruh oleh kekayaan dan kedudukan. Sedangkan zaman Ali bin Abi Thalib, wilayah umat Islam sudah luas dan besar, serta perjuangannya sudah terpengaruh oleh motivasi duniawi. Khalifah Ali bin Abi Thalib menghadapi kelompok penentang sangat kuat ketika memberlakukan kebijakannya pada pemecatan pejabat-pejabat. Hal ini yang dianggap penyebab munculnya pemberontakan. Beliau menghadapi juga pemberontakan dari Zubair dan Aisyah karena dianggap tidak menghukum pelaku pembunuhan Utsman bin Affan. Pertentangan keduanya mengakibatkan terjadinya perang Jamal atau perang unta karena Aisyah menunggang unta dalam peperangan. Pertentangan Ali dengan Muawiyah mengakibatkan perang Shiffin. Perang tersebut diakhiri dengan tahkim di Daumatul Jandal pada tahun 34 Hijriyah Akibat peristiwa itu, muncul tiga golongan di kalangan umat Islam, yaitu Khawarij, Murji'ah, dan Syi'ah. Ketiganya golongan yang sangat kuat dan mewarnai perkembangan pemikiran dalam Islam Perselisihan itulah yang menjadi awal berakhirnya pemerintahan Islam dibawah Khulafaur Rasyidin. meskipun memiliki kelemahan-kelemahan, para ahli sejarah menyatakan bahwa pemerintahan Islam masa Khulafaur Rasyidin merupakan masa pemerintahan Islam yang paling mendekati masa pemerintahan Rasulullah saw. Demikianlah pembahasan mengenai model gaya kepemimpinan Khulafaur Rasyidin. semoga ada hikmah dan manfaatnya. terjawab • terverifikasi oleh ahli 1. Abu Bakar Ash Shiddiq memiliki sifat karakter yang lembut dan tegas2. umar bin Khattab memiliki karakter cerdas, tegas dan mengutamakan kepentingan rakyat3. Usman bin Affan memiliki karakter sholeh, penyantun, dan sabar4. Ali bin Abi thalib memiliki karakter tegas dan lebih mengutamakan kebenaran makasih kak aku sayang kamu ♡ hancurkan lah semua mimpi-mimpi

gaya kepemimpinan khulafaur rasyidin